Orang Medan Punya Cerita
Indeks
banner 728x250

Pohon Rawan Tumbang di Jalan STM Medan Johor Tak Kunjung Ditangani, Warga Cemas Jadi Korban

banner 468x60

MEDAN — Warga di Jalan STM, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Medan Johor, kembali dihantui ancaman pohon tumbang. Sejumlah pohon berukuran besar yang sebelumnya terdampak angin kencang dan puting beliung kini masih berdiri dalam kondisi rawan, sementara penanganan dari Pemerintah Kota Medan dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Dalam peristiwa hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Kota Medan, Kecamatan Medan Johor menjadi salah satu kawasan yang terdampak cukup parah. Puluhan pohon yang berada di sejumlah ruas jalan dilaporkan tumbang. Selain pohon, sejumlah rumah warga dan lapak pedagang juga ikut terdampak.

banner 325x300

Namun, persoalan belum berhenti setelah angin reda. Sejumlah pohon yang masih berdiri ternyata mengalami kerusakan dan kehilangan kekuatan pada bagian batang maupun akarnya. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran baru, terutama karena beberapa pohon berukuran besar berada tepat di sisi Jalan STM yang setiap hari dilalui kendaraan dan warga.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan masih terdapat pohon yang secara kasatmata berpotensi tumbang apabila kembali diterpa angin kencang. Dengan kondisi cuaca yang belakangan sulit diprediksi, keberadaan pohon-pohon tersebut menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pengguna jalan.

Warga pun telah menyampaikan laporan kepada pihak Kelurahan Sukamaju. Laporan tersebut kemudian diteruskan secara resmi kepada pihak Kecamatan Medan Johor untuk mendapatkan penanganan.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh, Lurah Sukamaju telah menyampaikan surat bernomor 660/1245 tertanggal 24 Agustus 2026, terkait kondisi pohon yang dinilai membahayakan dan membutuhkan tindak lanjut.

Namun hingga Selasa, 1 September 2026, atau beberapa hari setelah laporan resmi disampaikan, warga mengaku belum melihat adanya tindakan nyata dari Pemerintah Kota Medan terhadap pohon-pohon yang dikhawatirkan sewaktu-waktu tumbang tersebut.

Kondisi inilah yang kemudian menuai sorotan dari aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), Rozi Nasution.

Menurut Rozi, lambannya respons pemerintah terhadap laporan warga patut dipertanyakan. Terlebih, prosedur pelaporan melalui pemerintahan setempat telah ditempuh dan pihak kelurahan juga telah meneruskan laporan tersebut kepada kecamatan.

“Ini bukan lagi persoalan laporan warga yang belum masuk. Prosedurnya sudah dilakukan. Ada surat resmi dari kelurahan kepada kecamatan. Yang menjadi pertanyaan, mengapa sampai sekarang belum ada tindakan nyata?” ujar Rozi kepada wartawan.

Ia menilai pemerintah semestinya melihat persoalan tersebut berdasarkan tingkat urgensinya. Sebab, pohon yang dikhawatirkan tumbang berada di kawasan yang ramai dilalui masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menunggu sampai terjadi korban terlebih dahulu baru mengambil tindakan.

“Kalau pohon itu tumbang dan menimpa warga, siapa yang bertanggung jawab? Apakah harus menunggu ada korban baru pemerintah bergerak?” tegasnya.

Rozi juga memahami bahwa masyarakat tidak bisa sembarangan menebang pohon yang berada di fasilitas atau ruang publik. Karena itu, kewenangan penanganan berada pada instansi pemerintah yang memiliki otoritas terhadap pohon-pohon tersebut.

“Yang menjadi persoalan, warga juga tidak bisa sembarangan menebang pohon itu. Kita sama-sama tahu pohon yang berada di pinggir jalan merupakan bagian dari fasilitas yang harus ditangani pemerintah. Jadi warga berada dalam posisi serba salah,” katanya.

Kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah secara ekstrem, lanjut Rozi, seharusnya menjadi alasan bagi pemerintah untuk mempercepat pemeriksaan dan penanganan pohon-pohon yang sudah mengalami kerusakan.

Rozi mengaku tidak hanya menyampaikan keluhan secara lisan. Ia juga telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan mengirimkan dokumentasi berupa video mengenai kondisi pohon tersebut kepada Wali Kota Medan Rico Waas.

Namun, hingga kini, ia mengaku belum memperoleh respons maupun tindak lanjut yang dianggap memadai.

“Kami sudah sampaikan data dan video kondisi di lapangan. Harapannya sederhana, segera diperiksa dan ditangani sebelum menimbulkan korban. Jangan sampai ketika sudah ada warga yang tertimpa, baru semua pihak bergerak,” ujar Rozi.

Warga berharap Pemerintah Kota Medan segera melakukan pengecekan terhadap seluruh pohon yang mengalami kerusakan pascahujan deras dan angin kencang, khususnya yang berada di sepanjang Jalan STM.

Sebab, bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar soal pohon yang terlihat miring atau batang yang rusak. Ini menyangkut keselamatan publik yang setiap hari menggunakan jalan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kota Medan terkait kapan penanganan pohon-pohon tersebut akan dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *