MEDAN – Pemerintah Kota Medan didorong untuk tidak berhenti pada penyerapan aspirasi masyarakat. Setiap keluhan warga yang disampaikan melalui program Sapa Warga dan Kamling diminta segera diterjemahkan menjadi tindakan konkret oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Penegasan itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas saat berdialog langsung dengan masyarakat dalam kegiatan Sapa Warga dan Kamling di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Minggu (13/9/2026).
Rico bahkan membawa sedikitnya 10 pimpinan OPD untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan langsung para kepala dinas diperlukan agar keluhan warga tidak berhenti sebagai catatan dalam forum pertemuan.
“Saya kembali membawa sejumlah kepala dinas untuk menampung aspirasi bapak/ibu sekalian,” ujar Rico.
Ia menegaskan, aspirasi masyarakat yang telah disampaikan dalam forum tersebut merupakan pekerjaan yang harus segera ditindaklanjuti oleh dinas sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Rico meminta para pimpinan OPD yang hadir tidak sekadar mendengarkan, tetapi segera mengambil langkah atas persoalan yang menjadi tanggung jawab instansinya.
“Saya hari ini mengenalkan beberapa kepala dinas kepada bapak/ibu. Mari tuangkan aspirasinya agar segera dilaksanakan oleh dinas-dinas ini,” katanya.
Sejumlah persoalan mencuat dalam dialog tersebut. Warga menyampaikan keluhan mulai dari pelayanan kesehatan, keamanan lingkungan, dugaan penyalahgunaan narkotika, persoalan perizinan hingga kondisi infrastruktur.
Beragamnya persoalan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan dasar, ketertiban, keamanan serta pengawasan di tingkat lingkungan.
Karena itu, kehadiran pimpinan OPD secara langsung dinilai penting agar persoalan yang disampaikan masyarakat dapat segera diarahkan kepada instansi yang memiliki kewenangan untuk menanganinya.
Rico juga meminta jajaran kecamatan dan kelurahan tidak melepaskan persoalan setelah aspirasi diteruskan kepada pemerintah kota. Camat dan lurah diminta ikut mengawal proses tindak lanjut di wilayah masing-masing.
“Saya juga minta camat dan lurah hadir untuk mengawal aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Program Sapa Warga dan Kamling menjadi salah satu ruang bagi Pemkot Medan untuk mendengar langsung persoalan masyarakat sekaligus mempertemukan warga dengan jajaran pemerintah yang memiliki kewenangan menangani berbagai persoalan tersebut.
Dengan pola ini, pemerintah tidak hanya dituntut hadir ketika masalah telah mencuat, tetapi juga memastikan setiap aspirasi memiliki kejelasan tindak lanjut.
Tantangannya kini berada pada tahap setelah dialog: seberapa cepat keluhan warga ditangani dan seberapa jauh hasilnya dapat dirasakan masyarakat.
Sebab, bagi warga, keberhasilan program penyerapan aspirasi bukan sekadar banyaknya keluhan yang tercatat, melainkan adanya perubahan nyata setelah pemerintah turun mendengar langsung persoalan di lapangan.















