MEDAN – Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polrestabes Medan terus mengintensifkan upaya pencegahan kenakalan remaja melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah. Salah satunya dilakukan dengan menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara bendera di SMAN 8 Medan, Senin (3/8/2026), sekaligus memberikan penyuluhan tentang bahaya tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga judi online.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, IPDA Helmy dari Satbinmas Polrestabes Medan menyampaikan pesan kepada ratusan siswa agar menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum serta memanfaatkan media sosial secara bijak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Dalam amanatnya, IPDA Helmy menegaskan bahwa kepolisian saat ini tidak hanya melakukan pencegahan melalui patroli dan pembinaan langsung, tetapi juga memanfaatkan teknologi siber untuk memantau aktivitas yang berpotensi melanggar hukum di media sosial.
“Kami mengimbau seluruh pelajar agar tidak terlibat tawuran, penyalahgunaan narkoba maupun judi online. Saat ini kepolisian tidak hanya melakukan pengawasan secara langsung, tetapi juga memanfaatkan teknologi siber untuk memantau aktivitas yang berpotensi melanggar hukum melalui media sosial. Jejak digital sangat mudah ditelusuri, sehingga gunakanlah media sosial secara bijak dan bertanggung jawab,” tegas IPDA Helmy.
Ia mengingatkan para pelajar bahwa berbagai bentuk kenakalan remaja kini kerap berawal dari media sosial, mulai dari saling ejek, provokasi hingga ajakan tawuran yang berujung pada tindak pidana. Karena itu, siswa diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan platform digital.
Penyuluhan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan Satbinmas Polrestabes Medan yang menyasar kalangan pelajar sebagai langkah preventif untuk menekan angka kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, perjudian daring, serta tindak kriminal lainnya.
Kepala SMAN 8 Medan, Eka Sri Wahyuni Purba, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Satbinmas Polrestabes Medan yang dinilai memberikan edukasi penting bagi para peserta didik.
Menurutnya, pembinaan hukum sejak dini menjadi salah satu langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki kesadaran hukum.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Polrestabes Medan, khususnya Satbinmas, yang telah hadir memberikan penyuluhan hukum dan pembinaan karakter kepada peserta didik kami. Kegiatan ini sangat penting untuk membangun kesadaran siswa agar menjauhi tawuran, narkoba, judi online, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga karakter, etika, dan pemahaman hukum agar mampu menghadapi tantangan di era digital.
Kegiatan yang berlangsung usai upacara bendera tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para siswa dan guru. Selain penyampaian materi, para pelajar juga diingatkan untuk menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh negatif.
Melalui program ini, Satbinmas Polrestabes Medan berharap sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua terus diperkuat sebagai langkah nyata membangun generasi muda yang taat hukum, berkarakter, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif di tengah meningkatnya tantangan kejahatan di ruang digital.















