MEDAN – Kabar baik datang bagi mahasiswa asal Kota Medan yang tengah menghadapi persoalan biaya pendidikan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa yang akan mulai direalisasikan pada Oktober 2026.
Program yang digagas pada masa kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap tersebut menyasar dua kelompok utama, yakni mahasiswa berprestasi dan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Kepastian mengenai program tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Medan Area (UMA) di Hall 1 Kampus UMA, Jumat (11/09/2026).
Di hadapan mahasiswa baru dari delapan fakultas, Zakiyuddin mendorong mahasiswa asal Medan yang mengalami kendala ekonomi agar tidak ragu memanfaatkan program bantuan pendidikan yang disiapkan pemerintah.
Ia menegaskan, persoalan biaya jangan sampai menjadi alasan mahasiswa menghentikan pendidikan sebelum meraih gelar sarjana.
“Anak-anak saya dari Medan yang memang terkendala biaya, ajukan saja. Jangan sampai putus di tengah jalan,” kata Zakiyuddin.
Menurutnya, akses terhadap pendidikan tinggi harus dibarengi dengan dukungan yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan hingga tuntas. Terlebih, tidak sedikit keluarga yang telah mengeluarkan biaya besar sejak proses pendaftaran hingga mahasiswa memasuki perkuliahan.
Zakiyuddin mengingatkan, jangan sampai perjuangan mahasiswa dan pengorbanan orang tua terhenti hanya karena persoalan pembiayaan ketika masa kuliah baru berjalan.
“Jangan sampai sudah capek mendaftar, orang tua sudah capek membiayai dan mengeluarkan ongkos, lalu pas di tahun kedua putus kuliahnya,” ujarnya.
Beasiswa Mulai Oktober, 100 Mahasiswa Jadi Sasaran
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Andy Yudhistira yang turut mendampingi Zakiyuddin menjelaskan, program beasiswa tersebut pada tahap awal akan diberikan kepada 100 mahasiswa.
Komposisi penerima beasiswa telah ditetapkan dengan porsi terbesar diberikan kepada mahasiswa berprestasi. Sebanyak 70 persen kuota diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi, sedangkan 30 persen lainnya dialokasikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026 melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah Pemko Medan dalam memperluas dukungan terhadap pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik tetapi menghadapi keterbatasan pembiayaan.
Di sisi lain, Pemko Medan juga memiliki skema bantuan pendidikan melalui Dinas Sosial. Program Bantuan Biaya Pendidikan untuk Mahasiswa tersebut menjadi instrumen lain yang dapat digunakan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya selama menempuh pendidikan.
Alumni UMA Minta Mahasiswa Serius Menuntut Ilmu
Dalam kesempatan tersebut, Zakiyuddin juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa baru UMA agar tidak menyia-nyiakan kesempatan menempuh pendidikan tinggi.
Sebagai alumni UMA yang saat ini kembali melanjutkan pendidikan jenjang S-2 di kampus tersebut, Zakiyuddin menekankan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar atau status perguruan tinggi.
Menurutnya, faktor terpenting adalah kesungguhan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan, kemauan belajar, serta kemampuan memanfaatkan kesempatan yang tersedia.
Ia pun mendorong mahasiswa baru agar tidak hanya mengejar kelulusan, tetapi juga membangun kompetensi dan karakter selama berada di lingkungan kampus.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah persaingan dunia kerja yang menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kemampuan dan prestasi yang dapat menjadi modal memasuki dunia profesional.
Dengan disiapkannya program beasiswa bagi 100 mahasiswa mulai Oktober mendatang, Pemko Medan berharap persoalan ekonomi tidak lagi menjadi tembok penghalang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan.
Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan bantuan biaya, tetapi juga upaya menyiapkan sumber daya manusia Kota Medan yang berprestasi, kompetitif dan mampu melanjutkan pembangunan daerah.















