àMEDAN, — Cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan pada Selasa malam (18/8/2026) meninggalkan kerusakan di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat sedikitnya 170 rumah mengalami kerusakan akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan pendataan awal yang mencatat 115 rumah terdampak.
Kepala BPBD Kota Medan, Yunita, mengatakan data terbaru dihimpun setelah petugas kembali melakukan pendataan di sejumlah lokasi terdampak.
“Data update per hari ini pukul 06.00 WIB bertambah menjadi 170 rumah,” kata Yunita di Medan, Kamis (20/8/2026).
Dari total rumah yang terdampak, sebanyak 147 rumah mengalami rusak ringan, 19 rumah rusak sedang, dan enam rumah mengalami rusak berat.
Selain permukiman warga, bencana tersebut juga berdampak pada dua fasilitas umum atau rumah ibadah.
Melanda Delapan Kecamatan
BPBD Medan mencatat cuaca ekstrem tersebut melanda 14 kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Medan Sunggal, Medan Denai, Medan Amplas, Medan Barat, Medan Johor, Medan Perjuangan, Medan Timur, dan Medan Helvetia.
Dampak kerusakan tidak hanya berupa rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap maupun struktur bangunan. Angin kencang juga dilaporkan menyebabkan berbagai gangguan di sejumlah titik di Kota Medan.
BPBD bersama pemerintah daerah dan unsur terkait kini masih melakukan pendataan untuk memastikan seluruh dampak bencana teridentifikasi.
630 Jiwa Terdampak
Bencana tersebut juga menyebabkan ratusan keluarga terdampak. Berdasarkan data sementara BPBD, sedikitnya 197 kepala keluarga atau sekitar 630 jiwa terkena dampak cuaca ekstrem.
Petugas masih melakukan pendataan terhadap warga yang membutuhkan penanganan, termasuk kemungkinan warga yang harus mengungsi akibat kondisi rumah yang tidak lagi aman ditempati.
“Berdasarkan data sementara yang kami himpun, sedikitnya 197 kepala keluarga atau mencakup 630 jiwa terdampak cuaca ekstrem,” ujar Yunita.
BPBD Medan juga menyiapkan langkah penanganan di lapangan, termasuk pendirian posko dan tenda serta koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan deras dan angin kencang masih dapat terjadi. Warga yang tinggal di kawasan dengan pepohonan besar, bangunan yang sudah mengalami kerusakan, maupun lokasi rawan genangan diminta lebih berhati-hati ketika cuaca memburuk.
Dengan bertambahnya jumlah rumah rusak dari 115 menjadi 170 unit, BPBD masih membuka kemungkinan adanya penambahan data setelah seluruh proses verifikasi lapangan selesai.















