Orang Medan Punya Cerita
Indeks
banner 728x250

BRT Mebidang Resmi Beroperasi, Bobby Nasution Dorong Integrasi Transportasi Medan-Binjai-Deliserdang

banner 468x60

DELISERDANG – Transportasi publik di kawasan metropolitan Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang) memasuki babak baru. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang pada Rabu (19/8/2026).

BRT tersebut melayani dua jalur utama, yakni rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam. Pengoperasian bus listrik ini diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

banner 325x300

Bobby menegaskan, keberadaan BRT tidak boleh berhenti sebatas peluncuran armada. Menurutnya, yang harus dibangun adalah sistem transportasi publik yang terhubung, terintegrasi, aman, nyaman, tepat waktu, dan mudah diakses masyarakat.

“Ini bukan launching bus, tapi transportasi yang terkoneksi dan terintegrasi,” ujar Bobby.

Ia meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang mengesampingkan ego sektoral dan membangun sistem transportasi secara bersama-sama. Integrasi antardaerah dinilai menjadi kunci agar masyarakat memiliki alternatif mobilitas yang benar-benar efektif.

Bobby juga menilai pertumbuhan kendaraan pribadi harus diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang layak dan terjangkau.

“Semakin banyak kendaraan pribadi, semakin sulit pemerintah memberikan pelayanan. Karena itu pemerintah harus menyiapkan transportasi umum,” katanya.

Usai peresmian, Bobby bersama rombongan langsung menjajal BRT Mebidang. Mereka menaiki bus listrik dari Terminal Lubukpakam menuju Pos Blok Lapangan Merdeka Medan.

Kemacetan Jadi Perhatian

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Muiz Thohir, menyebut pengembangan BRT Mebidang merupakan bagian dari agenda pemerintah membangun sistem transportasi perkotaan yang modern dan terintegrasi.

Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pembangunan kawasan perkotaan menjadi salah satu prioritas nasional. Medan dan kawasan sekitarnya termasuk dalam kawasan perkotaan yang menjadi perhatian pemerintah.

Muiz mengungkapkan, berdasarkan data TomTom Traffic Index, tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai sekitar 54,2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu singkat bisa memerlukan waktu lebih lama akibat kepadatan lalu lintas.

Karena itu, pengembangan transportasi massal dinilai tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tetapi juga menyangkut produktivitas ekonomi, efisiensi energi, kualitas hidup masyarakat, dan pengurangan emisi karbon.

“Pembangunan bukan semata proses fisik. Ada investasi bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi serta masa depan yang lebih hijau,” kata Muiz.

Dua Bus Listrik Masuk Tahap Uji Coba

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan pengoperasian BRT listrik Mebidang merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sumut memperkuat konektivitas antarkawasan.

Pada tahap awal, dua unit bus listrik dioperasikan untuk menguji kondisi teknis, waktu tempuh, sekaligus mengenalkan layanan baru tersebut kepada masyarakat.

Masyarakat dapat menggunakan BRT selama masa uji coba tanpa dipungut biaya.

Namun, layanan gratis tersebut tidak berlangsung selamanya. Setelah memasuki operasi penuh, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 untuk kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Operasi penuh ditargetkan dimulai pada 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik.

Armada tersebut akan ditempatkan pada tiga kelompok, yakni 14 unit untuk Koridor 11 rute Teladan-Terminal Lubukpakam, 13 unit untuk Koridor 12 rute Simpang Barat-Binjai, serta tiga unit sebagai armada cadangan.

Jika target tersebut terealisasi, BRT Mebidang diharapkan tidak sekadar menjadi moda transportasi baru, tetapi menjadi bagian dari perubahan pola mobilitas masyarakat Sumatera Utara.

Tantangannya kini bukan lagi sekadar menghadirkan bus listrik di jalan raya. Pemerintah harus memastikan ketepatan waktu, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan tarif, serta konektivitas antarmoda benar-benar dirasakan masyarakat.

Sebab, keberhasilan BRT Mebidang pada akhirnya akan ditentukan oleh satu hal: seberapa besar masyarakat bersedia meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *