Orang Medan Punya Cerita
Indeks
banner 728x250

Viral Ejek Warga Saat Curhat ke Wali Kota, Oknum Lurah di Medan Marelan Diperiksa Inspektorat!

banner 468x60
MEDAN – Ulah tak terpuji seorang oknum Lurah di Kecamatan Medan Marelan berbuntut panjang. Setelah video aksinya yang diduga mengejek warga viral di media sosial, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan bergerak cepat memeriksa pejabat tersebut atas dugaan pelanggaran kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN).
Aksi tak etis itu terjadi saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, sedang menyerap aspirasi warga terkait keluhan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Medan Marelan. Bukannya mendengarkan, oknum lurah tersebut justru tertangkap kamera tertawa dan diduga mengejek warga yang tengah berdialog langsung dengan sang Wali Kota.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada Inspektorat Kota Medan.
“Sedang dalam pemeriksaan Inspektur. Kita ikuti prosesnya. Jika memang terbukti ada pelanggaran, tindakan tegas akan diambil sesuai aturan yang berlaku,” tegas Rico Waas di Medan, Rabu (19/8/2026).

Terancam Sanksi Disiplin, Dinilai Rusak Citra Pemkot Medan

Pelaksana Harian (Plh) Inspektur Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, mengungkapkan bahwa oknum lurah tersebut terindikasi kuat melanggar Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penegakan Disiplin dan Kode Etik Pegawai ASN.
Inspektorat menyoroti ketat Pasal 4 huruf f pada aturan tersebut, yang mewajibkan setiap ASN menunjukkan integritas dan keteladanan—baik dalam sikap, perilaku, ucapan, maupun tindakan—kapan pun dan di mana pun.
“Perilaku tersebut dinilai memberikan dampak negatif terhadap citra Perangkat Daerah. Berdasarkan Pasal 7 ayat (1) huruf d aturan yang sama, tindakan disiplin yang direkomendasikan masuk dalam kategori Hukuman Disiplin Ringan,” jelas Erfin.
Langkah tegas ini, lanjut Erfin, menjadi bukti komitmen Pemkot Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas dalam menjaga marwah dan profesionalisme ASN.
“ASN itu pengayom dan teladan masyarakat, bukan malah sebaliknya. Penegakan etik ini penting agar tidak ada lagi oknum yang berikap arogan di lapangan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *