Orang Medan Punya Cerita
Indeks
banner 728x250

Video Jasad WLG Viral, Keluarga Pertanyakan Kesimpulan Bunuh Diri dan Dugaan Adanya Kekerasan

banner 468x60

MEDAN – Video yang memperlihatkan jasad WLG (35), mantan istri Brigadir IH yang ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala, beredar luas di media sosial. Beredarnya rekaman tersebut kembali memicu perdebatan setelah pihak keluarga mempertanyakan kesimpulan awal kepolisian yang mengarah pada dugaan bunuh diri.

Melalui akun Facebook @viollattebyKaani, pihak yang mengunggah video menyampaikan dugaan bahwa kematian WLG tidak semata-mata disebabkan oleh bunuh diri. Dalam unggahan tersebut, keluarga menyoroti sejumlah kondisi pada tubuh korban yang dinilai tidak wajar dan diduga mengarah pada kemungkinan adanya kekerasan.

banner 325x300

Dalam salah satu video yang diunggah pada Rabu (5/8/2026), perekam menyorot bagian kepala korban dan menyampaikan dugaan adanya perubahan pada struktur tengkorak.

“Jadi ini tulang tengkoraknya kayak kebanting. Kalian bisa lihat ya, ke dalam, masuk. Ini udah tepos, nggak ada tulangnya ini,” ucap seorang perempuan dalam video tersebut.

Selain kondisi pada bagian kepala, akun itu juga mengunggah klaim mengenai adanya lebam di bagian leher korban yang diduga menyerupai bekas cekikan.

Pengunggah menyebut kondisi tersebut telah diperiksa oleh salah seorang anggota keluarga yang berprofesi sebagai dokter. Namun, klaim mengenai dugaan luka cekikan tersebut belum disertai hasil pemeriksaan forensik resmi yang dapat mengonfirmasi penyebab munculnya lebam pada leher korban.

“Hal ini diperiksa sendiri sama salah satu dokter yang anggota keluarga juga. Lebam pada leher seperti bekas dicekik. Jadi hal ini makin mematahkan info kalau ini kasus bundir,” tulis akun tersebut.

Dalam unggahan lain, pengunggah juga mempertanyakan luka tembak pada kepala korban. Akun tersebut mengklaim tidak menemukan tanda-tanda seperti bubuk mesiu, luka bakar, maupun rambut yang terbakar di sekitar luka.

“Ini adalah luka tembakan katanya. Tapi tidak ditemukan sama sekali bekas bubuk mesiu atau tanda-tanda luka bakar akibat panas dari peluru. Sehelai rambut pun tidak ada yang terbakar,” tulis akun tersebut.

Pengunggah juga mengaku telah memperoleh izin dari keluarga besar WLG untuk menyebarluaskan foto dan video jasad korban.

Namun, seluruh klaim yang disampaikan melalui media sosial tersebut masih berupa dugaan dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik. Kepolisian sebelumnya menyatakan hasil pemeriksaan forensik tidak menemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Polisi: Ada Residu Tembakan di Tangan dan Pakaian Korban

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa saat peristiwa terjadi terdapat enam orang di dalam rumah, yakni WLG, Brigadir IH, dua anak mereka, seorang pengasuh, serta orang tua Brigadir IH.

Menurut Calvijn, terdapat tiga orang di dalam kamar sebelum kejadian, yaitu korban, Brigadir IH, dan anak mereka yang berinisial M berusia 9 tahun.

“Yang berada di dalam kamar ada tiga orang, yaitu korban, IH, dan anaknya M yang berusia 9 tahun,” ujar Calvijn, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, Brigadir IH sempat meninggalkan kamar. Ketika kembali, ia mendapati anaknya berada seorang diri di dalam kamar, sementara korban tidak terlihat.

Brigadir IH kemudian menanyakan keberadaan korban kepada anaknya dan melihat tas milik WLG dalam keadaan terbuka. Setelah itu, ia menemukan korban berada di dalam kamar mandi.

Menurut keterangan kepolisian, Brigadir IH dan anaknya sempat mengetuk pintu kamar mandi serta berupaya berkomunikasi dengan korban. Namun, keduanya tidak memperoleh respons.

Sebelum terdengar suara letusan, korban disebut sempat menyampaikan permintaan maaf kepada Brigadir IH dan anak mereka.

“Ucapan terakhir korban adalah ‘maafkan saya’. Setelah itu terdengar satu kali suara letusan dari dalam kamar mandi,” ungkap Calvijn.

Usai kejadian, tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi menemukan luka tembak pada bagian kepala korban.

Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) juga menemukan residu tembakan pada jari tangan dan pakaian korban. Sementara itu, pemeriksaan swab terhadap Brigadir IH disebut tidak menemukan adanya residu tembakan.

“Terhadap IH juga dilakukan swab pada jari dan tangannya. Hasilnya tidak ditemukan residu tembakan,” kata Calvijn.

Selain itu, hasil autopsi yang disampaikan kepolisian menyebut tidak ditemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban.

“Hasil autopsi menunjukkan tidak ada bekas kekerasan, baik akibat benda tumpul maupun benda tajam. Hanya ditemukan satu luka tembak di kepala,” ujarnya.

Keluarga Pertanyakan Hasil Pemeriksaan, Polisi Masih Dalami Motif

Perbedaan antara dugaan yang disampaikan keluarga melalui media sosial dan hasil pemeriksaan awal kepolisian kini menjadi sorotan.

Pihak keluarga mempertanyakan sejumlah kondisi pada tubuh korban dan menduga terdapat kemungkinan kekerasan. Sementara itu, kepolisian menyatakan temuan forensik sejauh ini mengarah pada dugaan bunuh diri.

Meski demikian, polisi menegaskan penyelidikan belum berhenti. Penyidik masih mendalami motif serta sejumlah persoalan pribadi dan keluarga yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Calvijn menyebut WLG dan Brigadir IH telah resmi bercerai sejak 2021. Namun, WLG kembali tinggal di Medan sekitar dua bulan terakhir setelah sebelumnya menetap di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

“Beberapa persoalan internal, pribadi, dan keluarga masih kami telusuri untuk mengetahui motifnya,” ujar Calvijn.

Berdasarkan keterangan anak mereka, selama WLG berada di Medan tidak terdapat perseteruan antara korban dan Brigadir IH.

“Dua bulan terakhir korban berada di Medan. Berdasarkan keterangan anak mereka, selama di Medan tidak ada perseteruan antara korban dan IH,” tutupnya.

Hingga kini, kepolisian masih melanjutkan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa dan motif di balik kematian WLG. Sementara itu, keluarga meminta sejumlah temuan yang mereka anggap janggal dapat menjadi perhatian dalam proses penyelidikan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *