Orang Medan Punya Cerita
Indeks
banner 728x250

Terungkap! ASN Nias Tewas Lompat dari Lantai 12 Apartemen di Medan Diduga Diperas, Dua Perempuan Ditetapkan Tersangka

banner 468x60

MEDAN – Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan mengungkap fakta Rabu (15/07/2026) baru dalam kasus kematian seorang aparatur sipil negara (ASN) yang tewas setelah terjatuh dari lantai 12 Apartemen Skyview Setiabudi, Kota Medan. Polisi menduga korban nekat mengakhiri hidupnya setelah mengalami tekanan akibat dugaan pemerasan yang dilakukan oleh dua perempuan yang saat itu berada bersamanya.

Korban berinisial AL, yang diketahui merupakan ASN pada Kantor ATR/BPN Kabupaten Nias, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 12 apartemen. Hasil penyelidikan polisi mengarah pada dugaan tindak pidana pemerasan yang diduga menjadi pemicu peristiwa tragis tersebut.

banner 325x300

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis menjelaskan, dua perempuan berinisial FR dan JS telah ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup.

Menurut Adrian, berdasarkan hasil pemeriksaan, korban sebelumnya menggunakan jasa kedua tersangka. Setelah mendapatkan layanan tambahan, muncul perselisihan mengenai biaya karena nominal pembayaran tidak pernah disepakati sejak awal.

Dalam situasi tersebut, kedua tersangka diduga meminta uang sebesar Rp4,5 juta kepada korban. Polisi menyebut korban sempat menyatakan akan melompat dari apartemen apabila terus ditekan untuk membayar.

Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, ancaman tersebut tidak meredakan situasi. Korban akhirnya diduga benar-benar melompat dari lantai 12 apartemen hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Penyidik juga mengungkap, kedua tersangka masih berada di dalam kamar saat korban melompat. Setelah keluar dari apartemen, keduanya sempat melihat kondisi korban sebelum meninggalkan lokasi.

Fakta lain yang turut terungkap dalam penyidikan adalah salah satu tersangka, FR, mengaku sempat menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mencari informasi mengenai langkah yang sebaiknya dilakukan setelah kejadian tersebut. Temuan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian penyidikan yang dilakukan penyidik.

Saat ini, Satreskrim Polrestabes Medan masih terus mendalami perkara tersebut, termasuk melengkapi alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan setiap unsur pidana dalam kasus tersebut terungkap secara menyeluruh. Polisi menegaskan proses hukum akan dilakukan secara profesional berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang sah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *