
MEDAN – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Medan (Unimed) mencatatkan capaian penting di bidang akademik. Program Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi resmi memperoleh predikat Akreditasi Unggul dengan masa berlaku selama lima tahun, menjadi salah satu indikator keberhasilan peningkatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan kampus tersebut.
Predikat tersebut menjadi pencapaian strategis bagi Prodi Ilmu Ekonomi yang baru berdiri pada 2018. Dengan status akreditasi terbaru, program studi tersebut kini sejajar dengan program-program studi unggulan lainnya serta diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja maupun dalam pengembangan akademik.

Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi periode 2022–2026 mengungkapkan bahwa proses menuju Akreditasi Unggul bukanlah pekerjaan yang selesai dalam waktu singkat. Persiapan dilakukan sejak pertengahan 2025 melalui pembentukan tim khusus (task force), pengumpulan data, penyusunan dokumen borang, hingga koordinasi intensif dengan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, serta para pengguna lulusan.
Seluruh proses tersebut berpuncak pada pelaksanaan asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), yang akhirnya menetapkan Prodi Ilmu Ekonomi meraih predikat tertinggi dalam sistem akreditasi nasional.
Selain menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, status Akreditasi Unggul juga memiliki dampak langsung bagi para lulusan. Predikat tersebut menjadi salah satu syarat yang kerap diperhatikan oleh instansi pemerintah maupun perusahaan saat proses rekrutmen tenaga kerja.
Selama proses akreditasi berlangsung, dukungan alumni dinilai menjadi salah satu faktor penting. Mereka aktif memberikan data, masukan, hingga bersedia meluangkan waktu untuk hadir saat asesmen lapangan meskipun harus mengambil cuti dari tempat bekerja.
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat tantangan administratif yang cukup besar. Saat dokumen akreditasi telah diajukan ke LAMEMBA, masa berlaku akreditasi sebelumnya hampir berakhir. Kondisi itu berpotensi menghambat proses wisuda mahasiswa apabila perpanjangan akreditasi tidak segera diselesaikan.
Melalui koordinasi dengan berbagai pihak, proses perpanjangan akreditasi sementara akhirnya berhasil dituntaskan sehingga mahasiswa tetap dapat mengikuti wisuda sesuai jadwal. Keberhasilan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan akademik kepada mahasiswa.
Dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi, akreditasi merupakan salah satu indikator utama kualitas perguruan tinggi. Ketentuan mengenai penyelenggaraan dan penjaminan mutu diatur dalam berbagai regulasi, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014, Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, serta berbagai instrumen penilaian yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Keberhasilan Prodi Ilmu Ekonomi meraih Akreditasi Unggul juga diharapkan menjadi motivasi bagi program studi lain di lingkungan FEB Unimed yang akan menjalani proses reakreditasi dalam waktu dekat.
Meski demikian, pihak program studi mengingatkan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. Tantangan pendidikan tinggi saat ini telah bergeser menuju penguatan reputasi internasional melalui akreditasi global, pembukaan kelas internasional, peningkatan kerja sama luar negeri, serta penguatan kualitas riset dan publikasi ilmiah.
Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, termasuk beberapa kampus negeri di Pulau Jawa maupun Sumatera, telah berhasil memperoleh akreditasi internasional pada berbagai program studinya. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Unimed untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu bersaing di tingkat global.
Dengan diraihnya Akreditasi Unggul selama lima tahun, Prodi Ilmu Ekonomi FEB Unimed kini memiliki modal penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong lahirnya lulusan yang lebih kompetitif di dunia kerja maupun dunia akademik. Langkah berikutnya adalah menjaga konsistensi mutu dan mempersiapkan diri menuju standar pendidikan tinggi berkelas internasional.











