BELAWAN – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan pencurian di atas kapal kargo curah MV Ocean Capella berbendera Liberia yang tengah berlabuh jangkar di perairan Belawan, Sumatera Utara.
Informasi dugaan tindak pidana sea theft tersebut diterima pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 16.56 WIB dari Komandan Patkamla Perling I-1-10, Serda Bah Andoko, yang saat itu sedang melaksanakan pengamanan jalur pelayaran.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satuan Patroli Kodaeral I segera mengerahkan unsur Patkamla Perling menuju lokasi kapal yang berada di koordinat 03°55,1′ LU – 098°46,7′ BT untuk melakukan pemeriksaan awal bersama personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Belawan.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB, tim gabungan langsung melakukan pemeriksaan di atas kapal. Berdasarkan hasil pengecekan, para pelaku diduga telah melarikan diri menggunakan dua unit sampan pancung setelah membawa sejumlah perlengkapan milik kapal.
Adapun barang yang dilaporkan hilang meliputi dua unit fire hose, tiga fire nozzle, tiga hydrant cap, dua fire hydrant, satu gulung kabel high pressure washing 440 volt, tiga pad lock, dua FW cap, serta satu gulung kabel hatch cover emergency hydraulic pump.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi pencurian tersebut diduga dilakukan sekitar 10 orang yang kemudian melarikan diri menuju kawasan Kampung Nelayan Indah, Belawan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Denintel Kodaeral I bersama Ditpolairud Belawan langsung melakukan pengejaran dan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para pelaku.
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil menemukan barang-barang yang diduga merupakan hasil pencurian di sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan barang curian di kawasan Kampung Nelayan Indah. Seluruh barang tersebut telah diamankan sebagai barang bukti di Markas Ditpolairud Belawan untuk kepentingan penyidikan.
Sementara itu, aparat gabungan masih terus memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi awal, beberapa orang yang diduga terkait dalam kasus ini masing-masing berinisial atau dikenal dengan nama Rinaldi alias Leman, Heri alias Kacang, Idris, Mahadi alias Kuluk, serta Bembeng alias Bambang.
Pihak Kodaeral I menegaskan proses penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap seluruh jaringan yang diduga terlibat dalam aksi pencurian di wilayah perairan Belawan.
Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Kolonel Wahyu Kurniawan, mengatakan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan perairan serta menindak tegas setiap bentuk tindak pidana yang mengganggu keselamatan pelayaran.
“Kodaeral I akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap seluruh pelaku serta menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan Belawan guna mendukung kelancaran aktivitas pelayaran nasional maupun internasional,” ujarnya.
Hingga saat ini, aparat masih melakukan pengembangan penyidikan dan pengejaran terhadap para terduga pelaku yang belum berhasil diamankan.
Catatan: Penyebutan identitas dalam pemberitaan ini mengacu pada informasi resmi hasil penyelidikan awal aparat penegak hukum. Seluruh pihak yang disebut masih berstatus terduga atau dalam pencarian, sehingga tetap berlaku asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.













