MEDAN — Aksi pencurian dua unit air conditioner (AC) di bangunan bekas RSIA Badrul Aini, Jalan Bromo, Lorong Syukri, Medan, berakhir gagal setelah pelaku dipergoki warga, Kamis malam, (10/09/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Pelaku diketahui menyasar dua unit AC yang berada di dalam bangunan tersebut. Meski menyandang status sebagai bekas rumah sakit, bangunan itu hingga kini masih digunakan untuk aktivitas praktik dokter, sehingga keberadaan pelaku di lokasi pada malam hari memicu kecurigaan warga.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pelaku sempat berhasil mengambil dan mengeluarkan satu unit AC dari dalam lokasi. Sementara satu unit lainnya juga menjadi sasaran pencurian.
Aksi tersebut akhirnya terbongkar setelah gerak-gerik pelaku diketahui warga sekitar. Pelaku kemudian berhasil diamankan sebelum dapat membawa seluruh barang yang menjadi target pencurian.
Saat dimintai keterangan, pelaku disebut mengaku menjalankan aksinya seorang diri. Pengakuan tersebut masih perlu didalami lebih lanjut untuk memastikan apakah benar pelaku beraksi tanpa bantuan maupun keterlibatan pihak lain.
Satu unit AC yang sebelumnya telah berhasil dikeluarkan dari lokasi turut diamankan sebagai barang bukti. Sementara kondisi dan keberadaan unit AC lainnya masih dalam penanganan.
Peristiwa ini sontak menjadi perhatian warga di sekitar Jalan Bromo, khususnya karena lokasi yang menjadi sasaran bukanlah bangunan kosong sepenuhnya. Aktivitas praktik dokter masih berlangsung di tempat tersebut, sehingga aspek keamanan lingkungan menjadi perhatian tersendiri.
Warga yang memergoki aksi tersebut patut mendapat apresiasi karena kewaspadaannya berhasil menggagalkan pencurian dan mencegah pelaku membawa lebih banyak aset dari lokasi.
Kasus tersebut selanjutnya perlu ditangani sesuai proses hukum yang berlaku. Selain mendalami pengakuan pelaku, aparat juga diharapkan mengungkap secara jelas modus pencurian, kerugian yang ditimbulkan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi pengelola tempat praktik dan pemilik aset untuk memperketat pengawasan, terutama pada malam hari. Keberadaan fasilitas dan peralatan bernilai ekonomi di lokasi yang masih aktif digunakan tetap membutuhkan sistem pengamanan yang memadai.
Hingga saat ini, penanganan terhadap terduga pelaku dan barang bukti masih berlanjut.















