MEDAN – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kamis (30/7/2026) siang. Seorang pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia di tempat setelah terjatuh ke kolong sebuah truk tangki pengangkut crude palm oil (CPO) dan terlindas roda kendaraan tersebut.
Korban mengalami luka berat yang menyebabkan nyawanya tidak dapat diselamatkan. Hingga Kamis sore, identitas korban masih belum berhasil dipastikan karena dompet yang diduga berisi kartu identitas dilaporkan hilang dari lokasi kejadian, sementara telepon genggam korban rusak parah akibat terlindas truk.
Ketua Umum Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (GODAMS), Agam Zubir, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan proses identifikasi korban terkendala akibat tidak ditemukannya dokumen identitas maupun perangkat komunikasi yang masih dapat digunakan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kecelakaan bermula ketika korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter bernomor polisi BK 6013 MBE melaju dari arah Tanjung Morawa menuju Kota Medan. Korban diduga berupaya melintas dengan melawan arus untuk masuk ke Jalan Damai.
Saat berhadapan dengan truk tangki CPO yang datang dari arah berlawanan, korban diduga panik hingga kehilangan kendali. Sepeda motor terjatuh dan korban masuk ke area blind spot atau titik buta di sisi bawah truk, sehingga pengemudi truk diduga tidak mengetahui keberadaan korban.
“Diduga korban terjatuh di area blind spot truk tangki sehingga pengemudi tidak menyadari ada pengendara yang terjatuh di dekat roda belakang kendaraan,” ujar Agam Zubir.
Usai kejadian, sopir truk langsung menghentikan kendaraannya dan tetap berada di lokasi. Insiden tersebut sempat menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Sisingamangaraja karena banyak warga berkumpul menyaksikan proses evakuasi.
GODAMS juga menyayangkan adanya dugaan tindakan oknum yang memanfaatkan situasi dengan mengambil dompet milik korban. Akibat hilangnya identitas tersebut, proses pelacakan keluarga korban menjadi semakin sulit.
Selain itu, upaya penelusuran melalui nomor polisi kendaraan juga belum membuahkan hasil. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelat nomor yang terpasang pada sepeda motor korban diduga tidak sesuai dengan data kendaraan sebenarnya sehingga menyulitkan proses identifikasi.
Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan sekaligus berupaya mengungkap identitas korban serta menelusuri dugaan hilangnya barang milik korban di lokasi kejadian.















