Orang Medan Punya Cerita
Indeks
banner 728x250

Jembatan Penghubung Tiga Kecamatan di Medan Rampung Dibangun, Pelajar Tak Lagi Menyeberang Sungai Deli Lewat Pipa PDAM

banner 468x60

MEDAN – Kabar baik datang bagi warga Kota Medan, khususnya para pelajar yang selama ini harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi Sungai Deli melalui pipa PDAM. Jembatan gantung yang menghubungkan tiga kecamatan kini telah selesai dibangun dan mulai dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi solusi atas persoalan akses yang sempat menjadi sorotan publik setelah video sejumlah pelajar menyeberangi sungai melalui pipa PDAM viral di media sosial beberapa bulan lalu.

banner 325x300

Berdasarkan pantauan di lokasi, jembatan gantung berwarna merah tersebut telah berdiri kokoh dan saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir. Jembatan dilengkapi menara penyangga di kedua sisi yang terhubung dengan kabel baja (wire rope), sementara akses jalan menuju jembatan juga telah dicor sehingga memudahkan masyarakat untuk melintas.

Kepala Lingkungan III Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Deka Hamdani, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga.

“Alhamdulillah sekarang jembatan kami sudah dibangun dan terealisasi,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Deka, proses pembangunan dimulai sekitar tiga pekan lalu dengan target penyelesaian selama kurang lebih 40 hari.

Ia menjelaskan, berbeda dengan jembatan sebelumnya yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat, pembangunan kali ini dilaksanakan oleh Kodam I/Bukit Barisan bekerja sama dengan pemerintah.

Meski belum diresmikan secara resmi, jembatan tersebut telah dapat digunakan secara terbatas oleh warga sekitar, termasuk para pelajar yang sebelumnya terpaksa menggunakan jalur berbahaya.

“Kalau hanya warga sekitar sudah bisa melintas. Anak-anak sekolah sekarang juga sudah tidak lewat pipa PDAM lagi,” katanya.

Keberadaan jembatan baru tersebut dinilai sangat penting karena menjadi penghubung tiga wilayah, yakni Kecamatan Medan Johor, Medan Polonia, dan Medan Maimun. Selain menjadi akses utama masyarakat, jalur tersebut juga merupakan rute tercepat bagi para pelajar menuju sekolah.

“Alhamdulillah masyarakat sangat terbantu dengan adanya jembatan ini, apalagi sekarang sudah memasuki semester baru. Banyak anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur ini,” tambah Deka.

Berawal dari Viral di Media Sosial

Pembangunan jembatan ini tidak lepas dari perhatian publik terhadap kondisi para pelajar yang sebelumnya harus menyeberangi Sungai Deli melalui pipa PDAM.

Pada April 2026, video yang memperlihatkan sejumlah siswa berjalan di atas pipa dengan ketinggian lebih dari 10 meter di atas permukaan sungai menjadi viral di media sosial. Aksi tersebut menuai keprihatinan karena dinilai sangat membahayakan keselamatan, terlebih permukaan pipa yang melengkung dan licin meningkatkan risiko terjatuh.

Saat itu, para pelajar terpaksa memilih jalur tersebut setelah jembatan yang biasa digunakan warga roboh sejak 2024.

Kepala Lingkungan XXI Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Lestari, sebelumnya mengaku prihatin karena masih ada pelajar yang nekat menggunakan pipa PDAM sebagai jalur menuju sekolah.

Menurutnya, jembatan yang roboh merupakan bekas jalur rel kereta api peninggalan masa kolonial yang selama bertahun-tahun dimanfaatkan warga sebagai jembatan penyeberangan.

Meski pemerintah kecamatan dan kelurahan telah memasang pembatas untuk melarang warga melintas, sebagian pelajar tetap memilih jalur tersebut karena dianggap sebagai akses tercepat menuju sekolah.

Dengan selesainya pembangunan jembatan baru, kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan para pelajar kini mulai terjawab. Warga berharap jembatan tersebut segera diresmikan sehingga dapat digunakan secara penuh oleh masyarakat dan menjadi sarana transportasi yang aman, nyaman, serta mendukung aktivitas pendidikan maupun perekonomian warga di kawasan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *