Orang Medan Punya Cerita
Indeks
banner 728x250

USU Perkuat Literasi Digital Remaja di Asahan, Bekali Keluarga Hadapi Risiko Media Sosial

banner 468x60

MEDAN – Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus memperkuat edukasi literasi digital bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan “Kelas Literasi Digital Keluarga” yang digelar di Rumah Literasi Laskarpelangi, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) itu difokuskan pada peningkatan kapasitas orang tua dan remaja dalam mengelola risiko penggunaan media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

banner 325x300

Program tersebut diketuai Dr. Harmona Daulay, S.Sos., M.Si., bersama tim multidisiplin yang terdiri dari Dr. Detania Sukarja, S.H., LL.M., Fredick Broven Ekayanta, S.I.P., M.I.P., dan Dr. Tri Murti Lubis, S.H., M.H. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Hukum USU sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh berbagai materi mengenai literasi digital, mulai dari penggunaan media sosial yang sehat, etika berkomunikasi di ruang digital, perlindungan data pribadi, hingga pemahaman mengenai regulasi dan konsekuensi hukum dalam penggunaan media sosial.

Ketua tim pengabdian, Dr. Harmona Daulay, menjelaskan bahwa meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja membawa berbagai tantangan yang perlu diantisipasi sejak dini oleh keluarga.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan penyebaran informasi palsu (hoaks) dan perundungan siber (cyberbullying), tetapi juga mencakup keamanan data pribadi, kecanduan penggunaan gawai, hingga menurunnya kualitas komunikasi dalam keluarga.

“Literasi digital merupakan kemampuan yang harus dimiliki remaja agar mampu memahami ruang digital dan terhindar dari berbagai risiko negatif penggunaan media sosial,” ujar Harmona.

Selain membahas aspek sosial dan gender dalam penggunaan media digital, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peran pemerintah dalam mengatur ruang digital, pentingnya menjaga etika bermedia sosial, serta perlindungan hak-hak pengguna internet.

Materi disampaikan secara interaktif melalui sesi ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang melibatkan narasumber, mahasiswa, serta peserta dari kalangan remaja dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Tri Murti Lubis, S.H., M.H., memberikan materi mengenai aspek hukum penggunaan media sosial. Ia mengingatkan pentingnya memahami hak dan kewajiban sebagai pengguna platform digital agar tidak terjerat persoalan hukum.

Ia mencontohkan sejumlah pelanggaran yang kerap terjadi di ruang digital, seperti penyebaran berita bohong, pencemaran nama baik, hingga penyalahgunaan data pribadi yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

Sementara itu, Pengelola Rumah Literasi Laskarpelangi, Sabrizal, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi literasi digital sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya para remaja di Desa Danau Sijabut, agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga masyarakat, khususnya remaja, semakin bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.

Melalui program pengabdian ini, LPPM USU berharap dapat membangun budaya komunikasi digital yang lebih sehat di lingkungan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Sumatera Utara dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, program ini turut mendukung pelaksanaan Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Sumatera Utara melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *