MEDAN – Keganasan aksi begal di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan kembali mencuat dan menjadi sorotan tajam netizen setelah sebuah video amatir yang merekam dampak kejadian tersebut viral di media sosial. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun media sosial MedanKabar, peristiwa nahas ini menimpa seorang tokoh masyarakat yang menjabat sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) di Lingkungan 22, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Korban yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat justru menjadi sasaran empuk komplotan begal yang kini semakin nekat beraksi tanpa mengenal waktu.
Peristiwa mencekam tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Keberanian para pelaku yang melancarkan aksinya tepat di tengah hari bolong menunjukkan bahwa ancaman keamanan di kawasan Medan Marelan telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Menurut keterangan saksi dan data yang beredar, kronologi bermula saat korban sedang melintas di kawasan tersebut. Secara tiba-tiba, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor langsung menghadang laju kendaraan korban di tengah jalan.
Situasi berubah menjadi sangat mencekam ketika salah satu pelaku tanpa ragu menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis kapak. Akibat serangan brutal yang membabi buta tersebut, korban yang tidak menyangka akan dihadang pada siang hari itu mengalami luka cukup serius pada bagian tangan kirinya. Darah segar tampak mengucur akibat sabetan senjata tajam tersebut, memicu reaksi cepat dari warga sekitar yang melihat kejadian di lokasi.
Melihat korban terluka dan pelaku mencoba melarikan diri, warga Kelurahan Rengas Pulau yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) tidak tinggal diam. Aksi spontan pengejaran massal segera dilakukan untuk meringkus kedua bandit jalanan tersebut. Kerja keras warga membuahkan hasil; satu orang pelaku berhasil dijatuhkan dari motornya dan langsung diamankan oleh massa yang geram dengan aksi kejahatan yang kian meresahkan. Namun, satu pelaku lainnya dilaporkan berhasil memacu kendaraan dan meloloskan diri dari kepungan warga.
Kasus ini kini menambah daftar panjang catatan kelam aksi begal di kawasan Medan Marelan, yang memicu gelombang kekhawatiran hebat di tengah masyarakat. Warga menilai bahwa keberanian pelaku untuk beraksi di siang hari menggunakan senjata tajam seperti kapak menunjukkan bahwa para pelaku kriminal tidak lagi takut pada kehadiran aparat di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat mendesak pihak kepolisian untuk segera meningkatkan intensitas patroli rutin dan pengamanan ekstra di titik-titik rawan, guna mengembalikan rasa aman yang kini seolah hilang dari wilayah Medan Marelan. Polisi diharapkan segera memburu satu pelaku lainnya yang identitasnya kini tengah dalam penyelidikan.






















