Dedikasi Untuk Masyarakat Kota Medan
banner 728x250

Wali Kota Rico Waas Akan Hijaukan Kota Medan Dengan 61 Ribu Pohon

banner 468x60

MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memastikan bahwa kelestarian lingkungan di wilayahnya akan tetap terjaga di tengah masifnya pembangunan infrastruktur transportasi. Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengklaim sebanyak 61.000 batang pohon baru akan ditanam di berbagai titik strategis untuk menggantikan 2.886 pohon yang terpaksa ditebang demi kelancaran proyek pembangunan koridor Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang.

“Pemerintah bersama dengan berbagai pihak yang mengerjakan proyek BRT ini berkomitmen penuh mengganti setiap pohon yang ditebang. Total ada 61 ribu pohon yang disiapkan untuk ditanam kembali di sekitar wilayah Kota Medan. Jadi, dari sekitar 2 ribuan pohon yang dipotong, kita ganti berlipat ganda menjadi 61 ribu pohon,” ujar Rico Waas saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (25/5/2026).

banner 728x250

Politisi Partai NasDem ini menjelaskan, mega proyek BRT Mebidang tersebut nantinya akan mengoperasikan lima koridor utama pada tahap awal. Kendati demikian, jumlah koridor layanan transportasi massal ini diproyeksikan akan terus bertambah di masa mendatang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan mobilitas masyarakat urban.

“Untuk rute awal yang akan dibangun memang masih lima koridor, tetapi ke depan koridornya akan terus ditingkatkan agar lebih banyak menyentuh titik aktivitas warga. Terlebih lagi, konsep pembangunan ini adalah Mebidang, yang mengintegrasikan jaringan transportasi serta menyambungkan wilayah Medan, Binjai, dan Deli Serdang,” jelasnya secara rinci.

Lebih lanjut, Rico memaparkan bahwa jalur lintasan BRT tersebut akan memakan sebagian ruang di sejumlah jalan protokol berskala besar di Kota Medan. Beberapa di antaranya meliputi kawasan Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Gatot Subroto.

“Ini merupakan ruas jalan yang cukup panjang, mulai dari koridor Sisingamangaraja yang masuk ke tengah Kota Medan, lalu tersambung ke koridor Gatot Subroto hingga ke arah ujung batas kota. Pembangunan fasilitas ini membutuhkan proses yang matang dan saat ini pengerjaannya sedang berjalan secara bertahap di lapangan. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Kota Medan agar proyek ini berjalan lancar dan mudah-mudahan tahun depan sudah bisa selesai serta dinikmati manfaatnya,” harap Rico.

Wali Kota Medan menegaskan, esensi utama dari pembangunan proyek moda transportasi BRT Mebidang ini adalah sebagai solusi jangka panjang untuk menekan angka kepadatan lalu lintas dan mengurangi jumlah penggunaan kendaraan pribadi secara signifikan. Melalui penyediaan fasilitas angkutan umum yang modern, aman, dan terintegrasi, Pemko Medan optimistis dapat mengubah pola bertransportasi warga ke arah yang lebih efisien.

“Tujuan akhir dari proyek ini adalah bagaimana mengedukasi serta mendorong cara berkehidupan masyarakat kita agar pelan-pelan beralih menggunakan transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari. Selain mengurai kemacetan kota, pemanfaatan transportasi massal ini nantinya pasti akan jauh lebih hemat dari sisi pengeluaran ekonomi masyarakat kita,” pungkas Rico Waas menyudahi penjelasannya.

banner 500x300 Magang Jepang Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *