Orang Medan Punya Cerita
Indeks
banner 728x250

Jangan Anggap Sepele! Hipertensi Kini Mengintai Wanita Usia Produktif, Dokter Ingatkan Risiko Stroke dan Penyakit Jantung

banner 468x60

MEDAN – Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak lagi identik dengan penyakit yang hanya menyerang lanjut usia. Dalam beberapa tahun terakhir, wanita usia produktif juga menjadi kelompok yang perlu mewaspadai penyakit yang dikenal sebagai silent killer ini karena sering berkembang tanpa gejala yang jelas, namun dapat berujung pada komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, hingga penyakit ginjal kronis.

Banyak wanita kerap menganggap keluhan seperti pusing, cepat lelah, sulit berkonsentrasi, hingga jantung berdebar sebagai dampak aktivitas yang padat, stres pekerjaan, atau perubahan hormonal. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi tanda awal hipertensi yang memerlukan pemeriksaan medis.

banner 325x300

Dokter Spesialis Jantung Columbia Asia Hospital Aksara, dr. Muhammad Ginanjar, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC, menjelaskan bahwa hipertensi pada wanita sering kali sulit dikenali karena gejalanya tidak khas.

“Gejala hipertensi pada wanita, terutama usia produktif hingga paruh baya, sangat bervariasi dan cenderung tidak spesifik. Kondisi ini membuat banyak pasien menganggapnya hanya sebagai kelelahan biasa sehingga terlambat melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Sering Tidak Bergejala, Baru Diketahui Saat Terjadi Komplikasi

Menurut dr. Ginanjar, tidak sedikit penderita hipertensi yang baru mengetahui tekanan darahnya tinggi setelah mengalami komplikasi, seperti stroke atau gangguan jantung. Karena itu, hipertensi dijuluki sebagai silent killer, sebab penyakit ini dapat merusak pembuluh darah dan organ vital secara perlahan tanpa disadari.

Selain faktor gaya hidup, perubahan hormonal juga berperan dalam meningkatkan risiko hipertensi, terutama ketika wanita memasuki masa menopause. Penurunan hormon estrogen dapat memengaruhi elastisitas pembuluh darah sehingga tekanan darah lebih mudah meningkat.

“Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi sebaiknya lebih rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih berat,” jelasnya.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Selain faktor keturunan dan perubahan hormonal, sejumlah kondisi berikut juga dapat meningkatkan risiko hipertensi, antara lain:

  • Konsumsi garam berlebihan.
  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
  • Diabetes melitus.
  • Kolesterol tinggi.
  • Stres berkepanjangan.
  • Kurang tidur.

Hipertensi umumnya ditegakkan bila hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan 140/90 mmHg atau lebih pada pemeriksaan berulang di fasilitas kesehatan. Pada sebagian orang, dokter juga dapat menganjurkan pemantauan tekanan darah di rumah untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat.

Edukasi dan Pemeriksaan Rutin Sangat Penting

Sementara itu, Hospital Director Columbia Asia Hospital Aksara, dr. Mardianto, SpPD, K-EMD, FINASIM, menilai peningkatan literasi kesehatan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan angka penyakit kardiovaskular di Indonesia.

Menurutnya, pemeriksaan tekanan darah secara rutin merupakan cara sederhana namun efektif untuk mendeteksi hipertensi sebelum menimbulkan komplikasi.

“Edukasi merupakan langkah awal dalam pencegahan. Dengan mengenali faktor risiko dan melakukan deteksi sejak dini, kita dapat mencegah berbagai komplikasi yang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga terhadap keluarga,” katanya.

Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati

Dokter mengimbau masyarakat, khususnya wanita usia produktif, untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan hipertensi, di antaranya:

  • Memeriksa tekanan darah secara berkala, terutama bila memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi.
  • Mengurangi konsumsi garam dan makanan tinggi lemak jenuh.
  • Memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan bergizi seimbang.
  • Berolahraga secara rutin, minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Tidur yang cukup setiap malam.
  • Tidak merokok dan membatasi konsumsi alkohol.

Selain layanan konsultasi jantung, Columbia Asia Hospital Aksara juga menyediakan layanan skrining stroke dan pemeriksaan kesehatan kardiovaskular yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini.

Para ahli menekankan bahwa hipertensi bukanlah vonis yang tidak dapat dikendalikan. Dengan pemeriksaan rutin, perubahan gaya hidup, serta pengobatan sesuai anjuran dokter bila diperlukan, risiko komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, dan gagal jantung dapat ditekan secara signifikan. Oleh karena itu, mengenali tekanan darah sejak dini merupakan investasi penting bagi kesehatan jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *