Orang Medan Punya Cerita
Indeks
banner 728x250

Diduga Kesal Tak Diberi Uang Preman, Pria di Medan Nekat Bakar Ayah Kandung hingga Luka Bakar Serius

banner 468x60

MEDAN – Aksi brutal seorang pria di Kota Medan menggemparkan warga setelah diduga tega membakar ayah kandungnya sendiri menggunakan bahan bakar minyak jenis Pertalite. Peristiwa yang viral di media sosial itu terjadi di Jalan Wakaf II, Pinang Baris, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, pada Jumat (17/07/2026) malam.

Korban diketahui berinisial YL (66), sementara pelaku adalah anak kandungnya sendiri, ET (39). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

banner 325x300

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum melakukan aksi pembakaran, pelaku terlebih dahulu diduga membuat keributan di sebuah lokasi pengangkutan barang yang berada tidak jauh dari kediamannya. Dalam insiden itu, ET diduga merusak dua kendaraan pengangkut barang karena kesal tidak diberikan uang keamanan atau yang biasa disebut uang preman.

Kepala Lingkungan VI Kelurahan Lalang, Nanda Amri, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, aksi pelaku bermula sekitar pukul 22.00 WIB ketika membuat keributan di lokasi pengangkutan barang.

“Awalnya dia membuat keributan di lokasi pengangkutan barang di Kampung Lalang. Ada dua kendaraan yang dirusaknya,” ujar Nanda kepada wartawan, Sabtu (18/07/2026).

Setelah meninggalkan lokasi tersebut, ET pulang ke rumah orang tuanya. Di rumah, suasana kembali memanas hingga terjadi pertengkaran dengan ayah kandungnya yang telah lanjut usia. Perselisihan itu diduga dipicu persoalan keluarga, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Keributan antara ayah dan anak itu bahkan berlangsung hingga ke badan jalan dan menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga sempat melerai keduanya agar pertikaian tidak berlanjut.

Namun situasi justru berubah menjadi tragedi. Tidak lama setelah dipisahkan warga, ET tiba-tiba berlari ke bagian belakang rumah dan mengambil satu botol berisi bahan bakar jenis Pertalite. Tanpa diduga, pelaku kembali mengejar ayahnya, menyiramkan bahan bakar ke tubuh korban, lalu menyalakan api.

“Pelaku sempat dipisahkan warga, tetapi tiba-tiba mengambil botol berisi Pertalite, mengejar ayahnya, menyiramkan bahan bakar ke tubuh korban, kemudian membakarnya,” kata Nanda.

Melihat kobaran api membakar tubuh korban, warga yang berada di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan. Dengan peralatan seadanya, warga berhasil memadamkan api sebelum kobaran semakin besar.

Usai melakukan aksinya, ET sempat diamankan oleh warga. Emosi masyarakat yang menyaksikan peristiwa itu nyaris tak terbendung hingga pelaku sempat menjadi sasaran amuk massa. Beruntung, warga lainnya segera melerai sehingga aksi main hakim sendiri tidak berlangsung lebih jauh.

Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka bakar yang dideritanya. Sementara itu, pelaku diserahkan kepada petugas kepolisian guna menjalani proses hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh motif pelaku melakukan tindakan yang menyebabkan ayah kandungnya mengalami luka bakar serius. Polisi juga masih mendalami dugaan perusakan kendaraan yang dilakukan pelaku sebelum insiden pembakaran tersebut.

Apabila terbukti melakukan tindak pidana, pelaku dapat dijerat dengan ketentuan pidana yang relevan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh penyidik. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *