MEDAN – Di tengah pesatnya transformasi digital, Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU) berkolaborasi dengan Komputer Medan (KM) dan pakar keamanan siber dari Norton menggelar workshop intensif bertajuk Cyber Crime. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan strategi proteksi data di era Industri 5.0, bertempat di Kampus MTU, Gedung Grand Jati Junction, Medan, Rabu (22/4/2026).
Workshop ini menghadirkan dua praktisi keamanan siber terkemuka dari Norton, Zara Prawira dan Ahmad Danish Putra, yang membedah ancaman siber terkini serta solusi perlindungan perangkat digital.
Data Pribadi: Aset Vital di Era Digital
Rektor Universitas MTU, Dr. Dompak Pasaribu, SE., M.Si., CPA., CACP, dalam sambutannya menekankan bahwa keamanan data kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan teknis. Menurutnya, pergeseran penyimpanan data dari manual ke format digital membawa risiko besar jika tidak dibarengi dengan sistem pengamanan yang mumpuni.
“Data pribadi dapat dicuri oleh pihak tidak bertanggung jawab jika kita abai. Di era Industri 5.0 ini, penguasaan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan memproteksi data agar teknologi tetap mampu ‘memanusiakan manusia’ dengan benar,” tegas Dr. Dompak.
Ia juga berharap melalui bimbingan tim Norton dan Komputer Medan, mahasiswa MTU dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas data digital, baik untuk kepentingan pribadi maupun profesional di masa depan.
Keamanan Siber Sebagai Prioritas Utama
Senada dengan Rektor, Direktur Komputer Medan, Hendra Sandy, mengungkapkan bahwa ancaman siber saat ini semakin nyata dan terus berevolusi. Ia menilai kolaborasi dengan Norton merupakan langkah strategis untuk memberikan wawasan mendalam bagi dunia akademik dan usaha.
“Keamanan data bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan prioritas utama bagi individu maupun pelaku usaha. Workshop ini adalah ajang berbagi pengetahuan sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara mahasiswa dengan industri teknologi,” ujar Hendra.
Fokus Utama Workshop Cyber Crime:
- Edukasi Ancaman: Mengidentifikasi jenis-jenis kejahatan siber terbaru di lingkungan akademik dan bisnis.
- Proteksi Perangkat: Teknik mengamankan perangkat dari serangan malware, phishing, dan pencurian identitas menggunakan solusi dari Norton.
- Kemandirian Digital: Membangun kesadaran mahasiswa agar mampu melindungi data penting tanpa bergantung sepenuhnya pada sistem pihak ketiga.
Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman di lingkungan kampus serta mencetak lulusan yang melek teknologi sekaligus sadar akan risiko keamanan siber.















