Dedikasi Untuk Masyarakat Kota Medan
banner 728x250

Wali Kota Medan Berobat ke Luar Negeri, Antonius Tumanggor: Jangan Dipolemikkan, Itu Hak Asasi

banner 468x60

MEDAN — Ketua Umum Sopo Restorasi Bersatu yang juga Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, menilai kepergian Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, untuk menjalani pengobatan ke luar negeri merupakan hal yang wajar. Menurutnya, persoalan tersebut tidak perlu dipolemikkan secara berlebihan oleh publik.

Antonius menegaskan bahwa setiap warga negara, termasuk kepala daerah, memiliki hak konstitusional untuk memperoleh pelayanan kesehatan terbaik. Hak tersebut telah dijamin secara hukum dalam Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, maupun Peraturan Presiden yang mengatur tentang hak kesehatan serta pelayanan publik.

banner 728x250

“Kesehatan adalah hak dasar manusia. Siapa pun, termasuk kepala daerah, memiliki hak untuk berobat demi keselamatan dan keberlangsungan hidupnya,” ujar Antonius kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberangkatan Rico Waas ke luar negeri tidak bisa langsung dikaitkan dengan pelanggaran etika pemerintahan. Terlebih lagi, Wali Kota Medan telah menyampaikan secara transparan bahwa keberangkatannya sudah dilaporkan resmi kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan sama sekali tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Antonius, masyarakat harus mampu membedakan antara kepentingan pribadi terkait pemulihan kesehatan dengan penggunaan fasilitas negara. Ia menilai penjelasan yang disampaikan Rico Waas kepada publik sudah sangat terbuka.

“Kalau tidak menggunakan APBD dan sudah melapor kepada Mendagri, lalu di mana letak persoalannya? Jangan semua hal digiring menjadi opini negatif,” tegasnya.

Sebagai anggota legislatif, Antonius mengingatkan bahwa hak memperoleh pelayanan kesehatan merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang wajib dilindungi oleh negara tanpa memandang jabatan maupun status sosial. Ia menyebut pemimpin daerah juga manusia biasa yang memiliki keterbatasan fisik dan bisa mengalami sakit.

“Pemimpin itu bukan mesin. Mereka juga manusia yang punya keterbatasan fisik dan membutuhkan perawatan kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan, selama roda pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Medan tetap berjalan dengan baik dan pelayanan publik tidak terganggu, maka kepergian kepala daerah untuk berobat tidak seharusnya dijadikan polemik yang berkepanjangan. Menurutnya, pemenuhan prosedur administrasi dan kelancaran tata kelola pemerintahan adalah hal yang paling utama.

Di sisi lain, Antonius mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk tetap menjaga suasana kondusif di wilayahnya. Ia mengimbau warga agar lebih mengedepankan empati serta rasa kemanusiaan dengan memberikan dukungan moral dan doa bagi kesembuhan Wali Kota Medan.

“Dalam budaya ketimuran, mendoakan orang sakit jauh lebih mulia daripada menghakimi tanpa memahami keadaan sebenarnya,” ucapnya.

Transparansi yang ditunjukkan oleh Rico Waas juga mendapat apresiasi tinggi dari Antonius. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keterbukaan seorang pejabat yang krusial dalam membangun sekaligus menjaga kepercayaan publik.

“Kejujuran dan keterbukaan pemimpin kepada rakyat adalah modal penting dalam membangun kepercayaan publik,” tandas Antonius.

Menutup pernyataannya, ia kembali menggarisbawahi bahwa menjaga kesehatan bagi seorang pemimpin merupakan bagian dari bentuk tanggung jawabnya yang besar kepada masyarakat yang dipimpinnya.

“Kesehatan bukan kemewahan, melainkan hak asasi setiap manusia. Pemimpin yang menjaga kesehatannya sejatinya sedang menjaga tanggung jawabnya kepada rakyat,” pungkasnya.(Red76)

banner 500x300 Magang Jepang Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *