Dedikasi Untuk Masyarakat Kota Medan
banner 728x250

Mahasiswa NTT Gelar Aksi di Universitas Bunda Thamrin Medan, Tuntut Transparansi KIP Kuliah

banner 468x60

MEDAN – Suasana di depan kampus Universitas Bunda Thamrin (UBT), Jalan Sei Batang Hari, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, mendadak riuh pada Kamis (7/5/2026). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran guna menuntut kejelasan pihak rektorat terkait pengelolaan dana bantuan pendidikan.

Fokus pada Transparansi KIP Kuliah

Massa aksi, yang mayoritas diketahui merupakan mahasiswa perantauan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai memadati gerbang kampus sejak pagi hari. Sambil membentangkan spanduk dan poster bernada protes, mereka menyuarakan kegelisahan terkait pengelolaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

banner 728x250

Mahasiswa menilai ada ketidakjelasan dalam mekanisme penyaluran hingga penggunaan dana bantuan tersebut di lingkungan internal UBT. Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa hak-hak mahasiswa harus dijabarkan secara terbuka demi menghindari dugaan penyimpangan.

“Kami tidak hanya butuh penjelasan lisan. Kami meminta pihak Universitas Bunda Thamrin memberikan penjelasan tertulis secara resmi mengenai ke mana dan bagaimana dana KIP Kuliah itu dikelola,” ujar salah satu koordinator aksi di lokasi.

Warnai Aksi dengan Bakar Ban

Situasi sempat memanas saat massa mulai membakar ban bekas tepat di depan gedung universitas. Kepulan asap hitam membubung tinggi diiringi nyanyian lagu-lagu perjuangan mahasiswa dan teriakan tuntutan yang ditujukan kepada jajaran pimpinan universitas.

Meski aksi berlangsung cukup emosional, puluhan personel kepolisian tampak berjaga ketat di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif. Arus lalu lintas di Jalan Sei Batang Hari sempat tersendat karena banyaknya pengguna jalan yang melambat untuk melihat jalannya demonstrasi.

Menanti Respons Rektorat

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih mendesak untuk ditemui oleh pihak Rektorat Universitas Bunda Thamrin guna mendapatkan jawaban hitam di atas putih. Persoalan KIP Kuliah memang menjadi isu krusial, mengingat program ini merupakan tulang punggung bagi mahasiswa kurang mampu untuk menuntaskan pendidikan tinggi mereka.

Pihak kepolisian mengimbau massa untuk tetap tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merusak fasilitas umum maupun kampus. Sementara itu, pihak universitas belum memberikan pernyataan resmi kepada awak media terkait tuntutan yang diajukan oleh para mahasiswa tersebut.

banner 500x300 Magang Jepang Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *