Orang Medan Punya Cerita
Indeks
banner 728x250

Proyek BRT Mebidang Bikin Jalan Menyempit, Medan Mulai Dihantui Kemacetan

banner 468x60

MEDAN — Proyek pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang mulai memberi dampak langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Medan.

Penyempitan badan jalan akibat aktivitas proyek membuat ruang gerak kendaraan semakin terbatas. Di sejumlah titik, kondisi tersebut berpotensi memicu antrean panjang, terutama ketika volume kendaraan meningkat pada jam sibuk pagi dan sore hari.

banner 325x300

Situasi ini membuat Sat Lantas Polrestabes Medan harus memperkuat pengamanan dan pengaturan lalu lintas di lokasi-lokasi yang terdampak pekerjaan proyek.

Personel disiagakan pada titik yang dinilai rawan kepadatan, khususnya ruas jalan yang sebagian badan jalannya digunakan untuk pengerjaan proyek BRT.

“Kami menyiapkan personel di titik-titik yang dianggap rawan, terutama lokasi proyek yang memakan sebagian badan jalan. Personel bakal mengatur lalu lintas di lokasi proyek khususnya pada jam-jam rawan,” ujar AKBP SL Widodo, Kamis (17/9/2026).

Jalan Menyempit, Volume Kendaraan Tetap Padat

Persoalan lalu lintas tidak hanya terjadi di sekitar lokasi proyek.

Setiap pagi dan sore, personel Sat Lantas juga ditempatkan di sejumlah persimpangan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan.

Kondisi lalu lintas dipantau secara berkala melalui sistem Smart City. Ketika kamera pemantau menunjukkan adanya kepadatan, personel langsung diarahkan ke lokasi untuk membantu mengurai arus.

“Jadi bukan hanya di lokasi proyek. Setiap pagi dan sore, personel Sat Lantas juga selalu ada di persimpangan jalan untuk melakukan pengaturan,” kata Widodo.

Menurutnya, pemantauan dilakukan secara aktif. Kepadatan yang terdeteksi melalui sistem pemantauan menjadi dasar bagi personel untuk segera turun ke lapangan.

“Melalui Smart City juga kita pantau. Ketika kami menemukan kepadatan, personel langsung turun ke lokasi,” lanjutnya.

Proyek Jalan Berjalan, Pengguna Jalan Jangan Jadi Korban Kemacetan

Pengerjaan infrastruktur transportasi memang membutuhkan ruang kerja di badan jalan. Namun, penyempitan ruas jalan secara bersamaan dengan tingginya mobilitas kendaraan di Kota Medan membuat pengaturan lalu lintas menjadi bagian penting selama proyek berlangsung.

Karena itu, keberadaan personel di titik-titik rawan diharapkan mampu mencegah penyempitan badan jalan berubah menjadi kemacetan yang semakin parah.

Pengendara yang melintasi kawasan proyek BRT Mebidang juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pasalnya, ketika ruang jalan menyempit sementara volume kendaraan tetap tinggi, sedikit gangguan saja dapat dengan cepat memicu antrean kendaraan.

Kini, kelancaran lalu lintas di tengah berlangsungnya proyek BRT Mebidang menjadi pekerjaan bersama—bukan hanya bagi kepolisian, tetapi juga pihak pelaksana proyek dan seluruh pengguna jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *