Dedikasi Untuk Masyarakat Kota Medan
banner 728x250
EKBANG  

Ketua PKC PMII Sumut M. Agung Prabowo: Presiden Dinilai Tidak Peka, Sebut Narasi “Rakyat Desa Tak Pakai Dollar” Hanya Retorika Penenang Yang Meninabobokan

banner 468x60

MEDAN — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Utara melayangkan kritik keras terhadap pernyataan sikap Presiden Republik Indonesia terkait melonjaknya nilai tukar dollar AS yang memicu melemahnya nilai tukar rupiah. PKC PMII Sumut menilai respons yang dikeluarkan oleh kepala negara menunjukkan ketidakpekaan terhadap realitas ekonomi yang sedang mencekik masyarakat di tingkat bawah.

Ketua PKC PMII Sumatera Utara, M. Agung Prabowo, menegaskan bahwa narasi-narasi yang menyebutkan dampak pelemahan rupiah tidak akan dirasakan langsung oleh masyarakat pedesaan karena mereka “tidak menggunakan dollar dalam bertransaksi” adalah sebuah kekeliruan logika yang fatal. Menurutnya, pernyataan tersebut hanyalah retorika politik untuk menenangkan publik secara semu.

banner 728x250

“Pernyataan bahwa rakyat di desa tidak pakai dollar itu adalah narasi yang meninabobokan dan mengabaikan hukum ekonomi. Ini membuktikan bahwa Presiden tidak peka terhadap penderitaan riil rakyat. Faktanya, begitu dollar naik, harga pangan, pupuk, hingga barang kebutuhan pokok ikut melambung tinggi karena mayoritas bahan baku kita masih impor,” ujar M. Agung Prabowo dalam keterangan tertulisnya di Medan.

Agung menjelaskan, pelemahan rupiah memiliki efek domino yang sangat cepat menyentuh dapur masyarakat kecil, termasuk petani, nelayan, dan buruh di pelosok Sumatera Utara. Kenaikan harga barang impor otomatis mengerek inflasi domestik, yang pada akhirnya menurunkan daya beli masyarakat secara drastis.

PKC PMII Sumut menilai pemerintah terkesan menyederhanakan masalah besar ini dengan janji-janji penenang, alih-alih melahirkan kebijakan strategis dan konkret untuk menstabilkan nilai mata uang serta mengamankan pasokan pangan murah.

“Kami mengingatkan pemerintah bahwa rakyat hari ini butuh solusi nyata, bukan sekadar kalimat penenang yang menidurkan kewaspadaan. Jika pemerintah terus abai dan bertahan dengan retorika seperti ini, PKC PMII Sumut bersama seluruh elemen masyarakat siap turun ke jalan untuk menyuarakan hak-hak rakyat yang tercekik,” tegas Agung menyudahi. (Red76)

banner 500x300 Magang Jepang Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *