Dedikasi Untuk Masyarakat Kota Medan
banner 728x250
HUKUM  

Aksi Premanisme Yang Merugikan Masih Mendominasi, Polisi Diminta Bertindak Tegas

banner 468x60

BELAWAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Belawan tengah melakukan penyelidikan intensif terkait insiden perusakan kaca armada truk yang diduga dilakukan oleh oknum preman di kawasan Simpang Sicanang, Kecamatan Medan Belawan. Aksi anarkis tersebut diduga dipicu oleh penolakan pengemudi truk untuk memberikan sejumlah uang yang diminta oleh pelaku.

Berdasarkan fakta hukum yang terhimpun melalui pemantauan siber pada Rabu (6/5/2026), sebuah rekaman video menunjukkan kondisi fisik satu unit truk berwarna cokelat dengan kerusakan parah pada bagian kaca depan. Insiden tersebut menjadi sorotan publik setelah narasinya yang menyebutkan adanya pemerasan atau pungutan liar (pungli) viral di platform media sosial.

banner 728x250

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah proaktif dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Hingga saat ini, pihak korban memang belum secara resmi melayangkan laporan polisi (LP). Namun demikian, kami sudah melakukan langkah-langkah kepolisian dengan mengecek lokasi dan mencari keberadaan korban agar segera membuat laporan resmi sebagai dasar hukum penindakan,” ujar AKP Agus Purnomo.

Dugaan sementara menunjukkan bahwa pelaku melakukan pelemparan menggunakan batu setelah permintaan sejumlah uang tidak dipenuhi oleh pengemudi. Tindakan ini secara hukum dapat dikategorikan sebagai tindak pidana perusakan barang milik orang lain sebagaimana diatur dalam Pasal 406 KUHP, serta berpotensi dikembangkan ke pasal pemerasan jika unsur-unsurnya terpenuhi.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk aksi premanisme dan pungutan liar yang mengganggu kelancaran arus logistik di wilayah Pelabuhan Belawan. Saat ini, Unit Opsnal tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar Simpang Sicanang untuk mengidentifikasi identitas para terduga pelaku.

“Anggota tengah di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya para sopir truk, untuk tidak ragu melaporkan setiap tindakan intimidasi maupun pungli agar stabilitas keamanan di wilayah hukum Belawan tetap terjaga,” pungkasnya.

banner 500x300 Magang Jepang Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *