MARELAN – Tragedi memilukan kembali terjadi di wilayah Medan Utara. Sebuah truk kontainer bermuatan triplek yang diduga melebihi kapasitas (Overload) mengalami gagal menanjak di kawasan Jembatan Titi Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (28/4/2029) siang. Insiden maut ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka parah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ini melibatkan truk berkepala merah maroon bertuliskan “Sri Baduka Maharaja” dengan nomor polisi BL 8212 ZK. Truk tersebut diketahui tengah melaju dari arah Marelan menuju Hamparan Perak.

Kronologi Kejadian: Tak Kuat Menanjak lalu Mundur Tak Terkendali
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, Anto, kepanikan pecah saat truk besar tersebut tiba-tiba kehilangan tenaga tepat di tengah tanjakan Jembatan Titi Terjun, dekat perumahan Pesona Minimalis.
“Truknya gak sanggup naik karena muatan triplek berlebih. Mundur, dan banyak yang kena di belakang,” ungkap Anto dengan nada cemas.
Karena beban muatan yang sangat berat, truk mundur dengan kecepatan tinggi dan menghantam sejumlah kendaraan yang berada tepat di belakangnya. Kerasnya benturan mengakibatkan beberapa korban sempat terjepit di bawah kendaraan sebelum berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas.
Korban Jiwa dan Kemacetan Total
Dampak dari kecelakaan ini sangat fatal:
- Korban Tewas: Dua orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat.
- Korban Luka: Sejumlah pengendara lainnya mengalami luka kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
- Lalu Lintas: Arus kendaraan dari kedua arah sempat lumpuh total selama proses evakuasi korban dan bangkai kendaraan.


Alarm Bahaya Truk ODOL di Medan Utara
Insiden di Titi Terjun ini menambah panjang daftar kelam kecelakaan yang melibatkan truk Over Dimension Over Load (ODOL) di kawasan Medan Utara dalam satu bulan terakhir:
- 14 April 2026: Seorang mahasiswi tewas ditabrak truk di Medan Labuhan.
- 17 April 2026: Truk gagal menanjak di Jembatan Titi Pahlawan.
- Insiden Lain: Truk terbalik di Simpang Buaya akibat kelalaian sistem pengunci kontainer (Twist Lock).
Desakan Evaluasi Total
Rentetan kejadian ini memicu kemarahan publik. Masyarakat mendesak Dinas Perhubungan dan Organda Sumut untuk melakukan evaluasi total terhadap pengawasan angkutan barang. Standar keamanan seperti kelayakan chassis dan kepatuhan terhadap batas muatan diminta menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Organda Sumut belum memberikan keterangan resmi terkait keterlibatan armada anggotanya dalam kecelakaan maut tersebut. Pengguna jalan diimbau untuk ekstra waspada saat melintasi jalur rawan kecelakaan di kawasan Medan Utara, terutama di titik-titik tanjakan yang kerap dilalui kendaraan berat.








