Dedikasi Untuk Masyarakat Kota Medan
banner 728x250

Membedah Potensi Duet Ijeck-Andar : Sinyal Kuat Menuju Pilgub Sumut 2029

banner 468x60

MEDAN – Meski peta persaingan politik Sumatera Utara masih dinamis, nama Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum., atau yang populer disapa Ijeck, kembali mencuat sebagai figur sentral dalam bursa Calon Gubernur Sumatera Utara 2029. Menariknya, belakangan ini publik mulai memperbincangkan potensi duet maut antara Ijeck dengan Andar Amin Harahap, mantan Bupati Padang Lawas Utara yang juga dikenal sebagai tokoh berpengaruh di wilayah Tabagsel.

Wacana ini dinilai sebagai perpaduan kekuatan politik yang signifikan, menggabungkan basis massa perkotaan dan pantai timur dengan kekuatan suara di wilayah selatan Sumatera Utara.

banner 728x250

Sosok Ijeck: Pengalaman Eksekutif dan Kiprah di Parlemen

Rekam jejak Ijeck sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018–2023 menjadi modal politik yang sulit diabaikan. Pasca-tuntas mendampingi Edy Rahmayadi, putra almarhum tokoh legendaris H. Anif ini kini memperkuat posisinya di level nasional sebagai Anggota DPR RI (2024–2029) dari Fraksi Partai Golkar di Komisi V.

Secara akademis, gelar Doktor (Dr.) dan Magister Humaniora (M.Hum.) yang disandangnya mencerminkan kapasitas intelektual dalam merumuskan kebijakan publik. Di luar politik, Ijeck tetap menjaga basis sosialnya dengan menjabat kembali sebagai Ketua PMI Kota Medan hingga tahun 2029, sebuah posisi yang memperkuat citra humanisnya di mata masyarakat.

Andar Amin Harahap: Perekat Suara Tabagsel

Munculnya nama Andar Amin Harahap sebagai kandidat pendamping bukan tanpa alasan. Sebagai politikus senior dengan rekam jejak memimpin daerah, Andar memiliki jejaring akar rumput yang sangat kuat, terutama di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Pengamat politik menilai bahwa jika Ijeck dan Andar benar-benar bersatu, mereka akan mewakili dua kutub strategis Sumatera Utara. Perpaduan ini dianggap sebagai solusi atas kebutuhan kepemimpinan yang merata, yang menyentuh sektor perkebunan dan otomotif—bidang yang dikuasai Ijeck sebagai pengusaha sukses—serta pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan daerah yang dimiliki Andar.

Dinamika Internal dan Peluang 2029

Meski sempat terjadi dinamika di internal partai terkait jabatan Ketua DPD Golkar Sumut pada awal 2026, posisi Ijeck di mata pemilih tetap stabil. Banyak pihak menilai perpindahannya ke Senayan (DPR RI) justru menjadi strategi “pemanasan” untuk memahami konstelasi anggaran pusat bagi pembangunan daerah sebelum kembali bertarung di level gubernur.

Dukungan dari keluarga besar yang memiliki pengaruh bisnis lintas sektor juga menjadi suplemen energi bagi gerakan politik Ijeck ke depan. Dengan sisa waktu menuju 2029, duet Ijeck-Andar diprediksi akan menjadi poros kekuatan yang sangat diperhitungkan dalam menentukan arah masa depan Sumatera Utara.

“Pembangunan Sumut butuh kolaborasi tokoh yang paham birokrasi sekaligus memiliki visi ekonomi kuat. Duet ini sangat memungkinkan untuk menjawab tantangan tersebut,” ungkap salah seorang pengamat politik lokal di Medan, Kamis (7/5/2026).

Masyarakat kini tinggal menunggu sejauh mana konsolidasi antara kedua tokoh ini akan terbentuk menuju suksesi kepemimpinan di tingkat provinsi mendatang.

banner 500x300 Magang Jepang Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *