Dedikasi Untuk Masyarakat Kota Medan
banner 728x250

Wali Kota Medan Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Yang Inklusif dan Merata Bagi Seluruh Masyarakat

banner 468x60

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mempertegas arah kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam sektor pendidikan dengan mengusung misi besar mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Penegasan ini disampaikan orang nomor satu di Pemko Medan tersebut usai bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang digelar di UPT SMP Negeri 1 Medan, Sabtu (2/5/2026).

Dalam orasinya, Rico Waas menyatakan dengan lugas bahwa pendidikan bukanlah sebuah barang mewah yang hanya bisa dinikmati segelintir kalangan, melainkan hak dasar yang wajib dijamin oleh negara untuk setiap warga. Ia berkomitmen penuh bahwa di bawah kepemimpinannya, dinding pembatas yang selama ini menghalangi anak-anak Medan dalam meraih cita-cita melalui jalur sekolah harus diruntuhkan. Tidak boleh ada lagi dikotomi antara si kaya dan si miskin dalam mendapatkan akses ilmu pengetahuan.

banner 728x250

“Tidak boleh lagi ada anak yang putus sekolah. Tidak boleh ada anak yang tidak mendapatkan pendidikan. Bahkan, saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus pun harus mendapatkan hak yang sama. Pendidikan adalah hal yang sangat esensial, fondasi paling dasar bagi bangsa kita,” tegas Rico Waas dengan nada penuh optimisme.

Menindaklanjuti amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia yang dibacakannya, Wali Kota juga menekankan urgensi penerapan metode Deep Learning dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah Kota Medan. Pendekatan ini menuntut siswa untuk memiliki pemahaman yang jauh lebih mendalam terhadap suatu materi, bukan sekadar terjebak pada pola lama yakni menghafal tanpa mengerti substansi. Di tengah gempuran dunia digital yang kian masif, Rico meyakini potensi anak-anak Medan sangat luar biasa untuk beradaptasi dengan pola pikir yang lebih terbuka.

Rico Waas juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Sekolah dan para tenaga pendidik di SMP Negeri 1 Medan. Sebagai alumni sekolah tersebut, ia mengaku sangat takjub melihat transformasi pendidikan yang kini jauh lebih humanis. Ia melihat siswa saat ini tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga aktif berorganisasi dan mampu menembus prestasi di level internasional. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peran guru yang kini memosisikan diri sebagai orang tua sekaligus sahabat bagi murid.

“Kepala sekolah dan tenaga pendidik bukan lagi sekadar status guru dan murid. Mereka adalah orang tua dan sahabat bagi anak-anak. Saya melihat sendiri bagaimana Ibu Kepala Sekolah memosisikan diri sebagai bunda bagi mereka. Pendekatan seperti inilah yang membuat anak nyaman dalam menerima pembelajaran,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Kepala UPT SMP N 1 Medan, Rohanim, mengungkapkan bahwa peran kepala sekolah di era sekarang telah bergeser. Tidak hanya sekadar manajer administratif, tetapi harus menjadi pengayom yang mampu menyentuh sisi emosional warga sekolah. Rohanim menekankan bahwa suasana belajar yang menyenangkan adalah kunci utama keberhasilan, di mana kedekatan emosional menjadi fondasi krusial dalam implementasi deep learning. Dengan pendekatan yang dilakukan dengan hati, proses belajar-mengajar diharapkan tidak lagi menjadi beban, melainkan pengalaman yang menggembirakan bagi guru dan anak didik.

Upacara peringatan Hardiknas 2026 yang berlangsung dengan khidmat ini turut dihadiri oleh Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, jajaran Pimpinan Perangkat Daerah, serta para Camat se-Kota Medan. Perhelatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi birokrasi dalam mendukung visi besar Wali Kota untuk memajukan kualitas sumber daya manusia di Kota Medan.

banner 500x300 Magang Jepang Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *