Dedikasi Untuk Masyarakat Kota Medan
banner 728x250

May Day 2026: Pemko Medan dan Forkopimda Komit Berikan Pelayanan Humanis bagi Buruh

Massa Buruh Akan Bergerak dari Mesjid Raya/Istana Maimun

banner 468x60

MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama unsur Forkopimda menyatakan kesiapannya dalam mengawal peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026 mendatang. Penekanan utama dalam pengawalan tahun ini bukan sekadar pengamanan ketat, melainkan pemberian pelayanan agar penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan nyaman.

Pendekatan Pelayanan dan Komunikasi Terbuka

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa Pemko Medan ingin memastikan rekan-rekan buruh mendapatkan ruang yang layak untuk menyuarakan aspirasi mereka. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kota Medan pada Rabu (29/4/2026), Rico menggarisbawahi pentingnya menjaga stabilitas kota tanpa mengesampingkan hak-hak pekerja.

banner 728x250

“Perlu digarisbawahi, ini adalah pelayanan. Kita ingin memastikan rekan-rekan buruh bisa menyampaikan aspirasi secara baik dan teratur, dan kondisi Kota Medan tetap kondusif,” ujar Rico Waas usai memimpin rapat persiapan tersebut.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa Pemko Medan terus membuka ruang komunikasi yang intensif melalui forum tripartit yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh, terutama terkait pembahasan Dewan Pengupahan dan Upah Minimum Kota (UMK).

Ribuan Buruh Akan Turun ke Jalan

Dalam rapat lintas sektoral yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman dan pimpinan perangkat daerah lainnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak memaparkan estimasi massa yang akan turun ke jalan. Tercatat sekitar 1.200 peserta aksi dari 41 serikat pekerja telah terkonfirmasi, dengan total massa diprediksi mencapai 2.500 orang.

Titik konsentrasi massa direncanakan berpusat di beberapa lokasi ikonik seperti Masjid Raya dan Istana Maimun, sebelum bergerak menuju pusat pemerintahan.

Rekayasa Lalu Lintas dan Strategi Pengamanan

Guna mengantisipasi kemacetan dan gangguan ketertiban, pihak kepolisian telah memetakan sistem pengamanan yang terbagi dalam beberapa zona:

  • Zona Merah: Disiapkan pengamanan ketat di 38 titik strategis yang dianggap rawan gangguan.

  • Zona Kuning: Penyiapan rekayasa lalu lintas di 18 titik untuk menjamin kelancaran aktivitas warga lainnya.

Kedepankan Dialog dan Sisi Humanis

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M. Sofyan, menyampaikan kesimpulan rapat bahwa seluruh personel di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis. Langkah preemtif juga telah dilakukan melalui komunikasi intensif dengan pimpinan serikat buruh, termasuk memfasilitasi audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara.

Wali Kota Rico Waas kembali mengajak semua pihak untuk melihat buruh sebagai elemen vital pembangunan ekonomi. “Kita saling membutuhkan, sehingga harus saling merangkul agar pembangunan ke depan semakin baik,” pungkasnya.

banner 500x300 Magang Jepang Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *