MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap kembali mengukir prestasi nasional. Medan berhasil menyabet predikat Kota Unggul dalam Transformasi Pelayanan Publik Digital pada ajang National Governance Award 2026 di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Menanggapi capaian tersebut, akademisi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Rafriandi Nasution, SE, MT, menyatakan bahwa penghargaan ini harus menjadi pemicu bagi Pemko Medan untuk terus meningkatkan inovasi pelayanan publik yang lebih inklusif.
Evaluasi dan Perluasan Cakupan Digital Rafriandi menekankan pentingnya evaluasi pasca-penghargaan untuk memastikan layanan digital tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, tetapi juga menyentuh masyarakat yang belum melek teknologi.
- Inklusi Digital: Memperkecil kesenjangan antara penggunaan sistem digital dan manual di tengah masyarakat.
- Integrasi Layanan: Menyelaraskan pembangunan fisik kota dengan perkembangan teknologi pelayanan terpadu.
Dorongan Pembentukan Pos Digital Kelurahan Sebagai Direktur Lembaga Pengkajian Permukiman dan Pengembangan Kota, Rafriandi menyarankan agar transformasi digital diperkuat hingga ke unit pemerintahan terkecil.
- Pos Digital Kelurahan: Mengintegrasikan sistem pelayanan di kantor lurah dan kecamatan dengan sistem pusat Pemko Medan.
- Sosialisasi Aktif: Aplikasi layanan tidak hanya sekadar dibuat, tetapi harus dibarengi dengan sosialisasi masif agar penyebarannya merata di 21 kecamatan.
- Analisis Kebijakan: Melakukan analisis SWOT sebelum meluncurkan kebijakan baru guna memastikan efektivitas program.
Apresiasi Kepemimpinan Rico-Zaki Dosen FISIP UISU ini juga mengapresiasi kinerja duet Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap dalam menghadirkan terobosan Smart City. Menurutnya, kepemimpinan yang berfokus pada layanan profesional, murah, dan terjangkau menjadi kunci sukses transformasi digital di Medan.
“Program Smart City ini sudah terbukti dengan raihan penghargaan tersebut. Kini saatnya memastikan sistem tersebut aktif melayani hingga ke tingkat kelurahan,” pungkas Rafriandi, Senin (27/4).

