PERISTIWA

Musda Golkar Sumut ke-11 Ricuh: Dua Kelompok Massa Saling Serang

MEDAN – Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Partai Golkar Sumatera Utara yang digelar di sebuah hotel di Jalan Yos Sudarso, Medan, Minggu (1/3/2026), pecah dalam kericuhan. Aksi saling serang menggunakan petasan hingga senjata kayu tak terelakkan di tengah memanasnya tensi pemilihan kursi nomor satu Golkar di Sumut.

Kronologi: Dari Pintu Sidang ke Jalanan

Insiden bermula sekitar pukul 14.47 WIB di area pintu masuk ruang sidang. Gesekan antara dua kelompok massa tersebut dengan cepat menjalar hingga ke luar hotel. Pantauan di lokasi menunjukkan situasi mencekam saat massa berbaju kuning terlibat aksi saling serang menggunakan potongan bambu dan kayu.

Ledakan petasan berkali-kali terdengar di tengah kerumunan, memaksa pengguna jalan di kawasan Yos Sudarso ekstra waspada. Kericuhan berlangsung selama kurang lebih 40 menit sebelum akhirnya berhasil diredam oleh pihak keamanan.

Pemicu: Isu Calon Tunggal

Ketegangan diduga memuncak setelah Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily, membeberkan fakta mengejutkan di dalam forum. Ace menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, hingga saat ini baru satu calon Ketua DPD Golkar Sumut yang dinyatakan memenuhi persyaratan administratif.

Statemen tersebut disinyalir memicu reaksi keras dari kelompok yang merasa tidak terakomodasi dalam bursa pencalonan.

Dalih Panitia: “Dinamika Luar Biasa”

Menanggapi kekacauan tersebut, Sekretaris Steering Committee (SC) Musda, Muhammad Asril, mencoba mendinginkan suasana. Ia mengklaim bahwa situasi di dalam ruang sidang sebenarnya tetap terkendali.

“Di dalam ruangan tidak ribut. Tadi ada pihak di luar peserta dan peninjau yang diminta menyesuaikan diri,” ujar Asril.

Meski terjadi aksi anarkis di luar gedung, Asril justru menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk “dinamika luar biasa” dan meminta kader tetap menyikapi musyawarah dengan riang gembira.

Kondisi Terkini

Pasca-insiden, aparat kepolisian memperketat penjagaan di seluruh titik arena Musda. Meski sempat terhenti akibat hujan petasan dan bentrokan fisik, agenda persidangan dilaporkan kembali dilanjutkan setelah situasi dinyatakan kondusif.

Saat ini situasi Hotel JW Marriot yang menjadi lokasi penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara ke-XI, mulai berangsur kondusif. Sebelumnya, sempat terjadi peningkatan jumlah massa di sekitar lokasi acara yang memerlukan penanganan intensif dari pihak kepolisian.

Kapolsek Medan Barat, Kompol Dr. Made Wira Suhendra, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pihak kepolisian telah bersiaga sejak pagi hari untuk mengawal jalannya acara. Namun, akibat adanya keramaian yang memuncak pada siang hari, pihak kepolisian melakukan penebalan personel.”Kondisi saat ini pukul 17.44 WIB sudah relatif kondusif.

“Kami dari pihak kepolisian sejak pagi sudah melakukan pengamanan di sekitar Hotel JW Marriott. Informasi yang kami terima, acara akan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB,” ujar Kompol Made Wira di lokasi, Minggu (1/2/2026).

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jumlah personel diperkuat dengan melibatkan satuan dari Brimob dan Sabhara.”Awalnya ada 74 personel yang terlibat. Namun, pasca-kondisi yang sempat ramai tadi, kami melakukan penebalan dengan menambah 30 anggota Brimob dan 47 anggota Sabhara,” tambahnya.

Ketegangan di depan hotel dilaporkan mulai meningkat sekitar pukul 14.40 WIB. Meski sempat terjadi kerumunan massa yang cukup padat, petugas di lapangan berhasil meredam situasi sehingga tidak meluas.

“Tadi sekitar pukul 14.40 WIB memang sedikit ramai, namun sudah berhasil dikendalikan. Sekarang bisa dilihat sendiri, kondisi sudah jauh lebih tenang dan terkendali,” tutup Made Wira.

Hingga pukul 19.00 WIB saat berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar Hotel JW Marriott terpantau lancar, meski penjagaan ketat dari pihak kepolisian masih terus dilakukan hingga rangkaian acara Musda selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *