MEDAN – Mulana Kartika Nainggolan (31), ibu hamil yang menjadi korban penganiayaan brutal di kawasan Terowongan Tembung, akhirnya angkat bicara terkait peristiwa yang viral di media sosial. Ia membantah keras pengakuan pelaku yang menyebut dirinya merekam aksi tawuran sebelum insiden terjadi.
Usai menjalani pemeriksaan di Unit Resmob Polrestabes Medan, Kamis (4/6/2026), Mulana menegaskan bahwa dirinya bersama sang suami justru berusaha menghindari keributan demi keselamatan kandungannya yang masih berusia tujuh minggu.
Menurut Mulana, peristiwa bermula saat ia dijemput suaminya sepulang kerja. Saat melintas di bawah rel kereta api kawasan Terowongan Tembung, mereka mendapati sekelompok orang sedang terlibat tawuran dan saling lempar batu.
Karena khawatir menjadi korban, pasangan tersebut memilih berhenti di pinggir jalan dan menunggu situasi aman.
“Kami sama sekali tidak merekam tawuran itu. Saya sedih karena disebut merekam kejadian yang viral tersebut,” kata Mulana.
Namun, keputusan mereka untuk tidak melintas diduga memicu kemarahan dua pria yang belakangan diketahui bernama Zulyarham dan Zulfikar. Keduanya disebut memaksa pasangan itu untuk tetap melanjutkan perjalanan melewati lokasi tawuran.
Meski telah menjelaskan bahwa dirinya sedang hamil dan tidak berani melintas karena alasan keselamatan, para pelaku diduga tetap bersikeras. Tak lama kemudian, salah seorang pelaku menghampiri dan langsung melayangkan pukulan ke arah suaminya.
“Saya sudah bilang kami tidak berani lewat karena ada tawuran. Tapi setelah itu suami saya langsung dipukul,” ujarnya.
Melihat sang suami dianiaya, Mulana berusaha merekam kejadian sebagai bukti. Namun upaya tersebut gagal setelah telepon genggamnya terjatuh di tengah keributan.
Situasi kemudian semakin memburuk. Mulana mengaku menjadi sasaran kekerasan berikutnya ketika seorang pelaku lain datang dan menendang bagian perutnya yang tengah mengandung.
“Setelah itu datang satu pelaku lagi dan menendang perut saya. Jadi memang ada dua pelaku,” ungkapnya.
Tak hanya mengalami penganiayaan, pasangan suami istri tersebut juga mengaku sempat mendapat ancaman menggunakan senjata api.
Insiden itu membuat Mulana mengalami tekanan psikologis dan kelelahan karena harus menjalani serangkaian pemeriksaan serta proses hukum selama dua hari terakhir.
Meski demikian, ia bersyukur karena kondisi janin yang dikandungnya dinyatakan sehat setelah menjalani pemeriksaan medis dan USG.
“Puji Tuhan, hasil USG menunjukkan kandungan saya sehat,” katanya.
Bagi Mulana, kabar tersebut menjadi kelegaan besar. Sebab, kehamilan saat ini sangat berharga setelah dirinya sempat mengalami keguguran pada akhir tahun lalu.
Sementara itu, polisi telah menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut. Keduanya diamankan di kediaman masing-masing di Jalan Bersama, Gang Bantan, Kota Medan.
Mulana pun menyampaikan apresiasi kepada warga yang merekam kejadian dan kepada pihak kepolisian yang bergerak cepat hingga para pelaku berhasil ditangkap.
“Terima kasih kepada saksi yang merekam kejadian dan kepada polisi yang sudah membantu sampai pelakunya ditangkap,” tutupnya.









