Pelantikan Alumni KAMMI Sumut di Kantor Gubernur Berakhir Chaos, Anggota Satpol PP Dilarikan ke Rumah Sakit
MEDAN – Agenda pelantikan pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA-KAMMI) Sumatera Utara yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Minggu (19/4/2026), berakhir ricuh. Insiden yang terekam kamera warga ini mendadak viral di media sosial setelah aksi saling dorong dan baku hantam pecah di dalam gedung pemerintahan tersebut.
Detik-Detik Kericuhan Terekam Kamera
Berdasarkan potongan video yang diunggah akun Instagram @kabarsumatera.id, ketegangan bermula saat seorang pria berkemeja kotak-kotak tiba-tiba merangsek masuk ke tengah kerumunan peserta. Dengan nada tinggi, ia menunjuk-nunjuk peserta lain yang mengenakan baju cokelat.
Situasi memanas dalam hitungan detik ketika pria berkemeja kotak-kotak tersebut menarik paksa pakaian lawan bicaranya hingga terjatuh ke deretan kursi. Tindakan tersebut memicu reaksi berantai, mengakibatkan suasana aula menjadi chaos dengan aksi saling dorong yang meluas di antara para peserta yang hadir.
Aparat Keamanan Terluka Saat Melerai
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Sumatera Utara, Moettaqien Hasrimy, mengonfirmasi bahwa keributan pecah sesaat setelah Wakil Gubernur Sumut, Surya, meninggalkan lokasi acara.
“Setelah Bapak Wakil Gubernur selesai acara dan turun ke bawah, kami mendengar ada keributan. Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keamanan di kantor gubernur, personil Satpol PP bersama rekan-rekan dari Polres langsung bergerak melerai,” ungkap Moettaqien kepada awak media.
Nahas, salah satu anggota Satpol PP bernama Rahmat Daulay menjadi korban dalam insiden tersebut. Rahmat mengalami luka di bagian wajah dan pendarahan pada hidung saat berupaya memisahkan massa yang bertikai. Saat ini, korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pemicu Masih Misterius
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik kericuhan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Moettaqien menegaskan bahwa beberapa orang yang diduga terlibat sebagai provokator telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua Alumni KAMMI Sumut yang baru dilantik, Abdul Rahim Siregar, belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden memalukan yang mencoreng acara sakral organisasi tersebut meski telah berulang kali dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk mendalami adanya unsur tindak pidana penganiayaan maupun perusakan fasilitas negara di lingkungan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

