MEDAN – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatra Utara (Sumut) berhasil menggulung komplotan begal sadis yang kerap meresahkan warga Kota Medan. Petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah yang diduga kuat menjadi markas para pelaku di kawasan Pajak Uka, Marelan, Kota Medan. Operasi senyap ini berlangsung dramatis di tengah kepungan warga yang antusias menyaksikan penangkapan.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Jama Kita Purba, membenarkan adanya operasi penindakan tersebut. Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu mengungkapkan bahwa dalam penggerebekan ini, petugas berhasil mengamankan delapan orang tersangka beserta sejumlah barang bukti senjata tajam jenis klewang berukuran panjang yang kerap digunakan untuk melukai korban.
Namun, proses penangkapan tidak berjalan mulus karena beberapa pelaku mencoba melawan. Petugas pun terpaksa melepaskan tembakan peringatan hingga melakukan tindakan tegas demi melumpuhkan para tersangka yang membahayakan keselamatan tim di lapangan.
“Benar, sudah kita ringkus. Yang kita tangkap ada total delapan orang tersangka. Tiga orang di antaranya diberikan tindakan tegas dan terukur (ditembak) oleh tim URC Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut karena melakukan perlawanan terhadap petugas kepolisian,” ujar Kompol Jama Kita Purba kepada awak media, Senin (8/6/2026) pagi.
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, jalannya penggerebekan di Pajak Uka Marelan ini sempat memicu kehebohan. Ratusan warga yang geram dengan aksi kejahatan jalanan langsung memadati lokasi kejadian. Suasana riuh terdengar saat para pelaku begal tersebut digiring keluar oleh petugas menuju mobil tahanan dengan kondisi tangan diborgol.
Perwira menengah Polri tersebut menambahkan, kedelapan tersangka merupakan jaringan pelaku kejahatan jalanan dengan kekerasan yang sudah beraksi di berbagai TKP lintas wilayah di Sumatra Utara. Saat ini, seluruh pelaku beserta barang bukti senjata tajam telah diboyong ke Mapolda Sumut guna menjalani proses pemeriksaan intensif. Polisi masih melakukan pengembangan guna memburu jaringan penadah motor hasil curian kelompok ini.



















