Medan Siaga Begal: Zakiyuddin Harahap Janjikan Perlindungan Extra bagi Driver Ojol!

MEDAN – Kabar segar bagi ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Medan. Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, secara tegas menyatakan perang terhadap aksi kriminalitas jalanan—terutama begal—yang kian meresahkan para pejuang nafkah di aspal.

Pernyataan ini disampaikan langsung saat menerima audiensi dari Komando Ojol Indonesia Raya (KOJIRA) Sumut di Kantor DPD Partai Gerindra Sumut, Jalan Sudirman, Sabtu (18/4/2026). Pertemuan ini menjadi panggung bagi para driver untuk menumpahkan keresahan mereka mengenai isu keamanan, kesehatan, hingga sistem perparkiran.

Fokus Utama: Sikat Begal, Lindungi Driver

Isu hukum dan keamanan menjadi sorotan paling tajam. Zakiyuddin mengakui bahwa kondisi di mana driver ojol menjadi korban begal namun justru berada di posisi yang dirugikan secara hukum adalah ketidakadilan yang tidak boleh dibiarkan.

“Pemko Medan akan memperkuat koordinasi dengan pihak Kepolisian. Kita butuh langkah penanganan yang lebih taktis dan efektif di lapangan agar teman-teman ojol merasa aman bekerja, terutama di jam-jam rawan,” tegas Zakiyuddin.

Kesehatan Jadi Prioritas: Cukup KTP, Berobat Gratis!

Tak hanya soal nyawa di jalanan, urusan kesehatan pun tak luput dari pembahasan. Zakiyuddin memastikan program Universal Health Coverage (UHC) tetap menjadi garda terdepan bagi warga Medan.

  • Akses Cepat: Warga cukup membawa KTP Medan untuk mendapatkan pelayanan medis.
  • Komitmen RSUD: Meski mengakui tantangan keterbatasan kamar akibat membludaknya pasien, RSUD Dr. Pirngadi dipastikan tetap memberikan standar layanan optimal bagi masyarakat kecil.

Transformasi Kota: Dari Parkir hingga Banjir

Menanggapi keluhan terkait retribusi parkir yang sering memberatkan, Zakiyuddin menjanjikan evaluasi bersama Dinas Perhubungan Kota Medan agar kebijakan di lapangan lebih berkeadilan bagi para driver.

Selain itu, ia memaparkan bahwa Pemko Medan tengah memacu “perang” terhadap sampah dan banjir melalui:

  1. Modernisasi Armada: Perbaikan dan penambahan truk pengangkut sampah.
  2. Disiplin Publik: Mendorong masyarakat untuk lebih tertib membuang sampah.
  3. Normalisasi Sungai: Kolaborasi masif dengan Pemerintah Provinsi untuk menekan risiko banjir kiriman.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Medan mulai menyentuh isu-isu mikro yang dihadapi oleh komunitas transportasi online, menjanjikan wajah Medan yang lebih aman dan manusiawi bagi para pekerja jalanan di tahun 2026 ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *