Dedikasi Untuk Masyarakat Kota Medan
banner 728x250

Akhirnya…….PSSI Sumut Ambil Alih Akomodasi Peserta AFF U-19 2026

banner 468x60

MEDAN — Kisruh akomodasi peserta ajang ASEAN Boys Championship U-19 atau Piala AFF U-19 2026 di Kota Medan akhirnya mendapat respons resmi dari PSSI Sumatera Utara. Polemik yang sempat mencuat terkait pembiayaan hotel peserta turnamen internasional tersebut kini disebut telah diambil alih oleh PSSI bersama panitia lokal demi memastikan penyelenggaraan tetap berjalan lancar dan tidak mencoreng nama Indonesia di mata internasional.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris PSSI Sumut, Yosephine Sembiring, melalui keterangan tertulis di Medan, Selasa (2/6/2026), menyusul berkembangnya informasi di media mengenai bantahan Pemerintah Kota Medan terkait tudingan tidak memenuhi komitmen pembiayaan hotel dan penginapan peserta AFF U-19 2026.

banner 728x250

Menurut Yosephine, berdasarkan pemahaman pihaknya, komitmen pembiayaan akomodasi peserta sebelumnya merupakan kesepakatan yang terjalin antara panitia lokal dengan Wali Kota Medan. Namun apabila komitmen tersebut tidak dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah, maka PSSI bersama panitia lokal memutuskan mengambil alih seluruh tanggung jawab tersebut agar turnamen tetap berjalan tanpa hambatan.

“Setahu kami, komitmen tersebut adalah antara Panitia Lokal dan Wali Kota Medan. Jika komitmen tersebut tidak bisa ditanggungjawabi oleh Wali Kota Medan, maka kami bersama Panitia Lokal sudah mengambil alih tanggung jawab tersebut,” ujar Yosephine.

Ia menegaskan, bagi PSSI dan panitia pelaksana, kelancaran penyelenggaraan turnamen internasional menjadi prioritas utama karena menyangkut nama baik Indonesia sebagai tuan rumah di level ASEAN. Menurutnya, persoalan akomodasi yang mencuat di tengah berlangsungnya event olahraga internasional sangat disayangkan dan diharapkan tidak mengganggu fokus penyelenggaraan pertandingan.

Yosephine juga mengingatkan bahwa Sumatera Utara ke depan diproyeksikan menjadi salah satu daerah penyelenggara berbagai event sepak bola internasional lainnya. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat kembali berkonsentrasi mendukung suksesnya turnamen demi masa depan sepak bola daerah.

“Sebenarnya kami dari PSSI menyayangkan hal ini terjadi, apalagi ke depan kami akan membawa pertandingan-pertandingan internasional ke daerah ini. Demi masa depan sepak bola Sumut, demi masyarakat Sumut, kami memastikan semua pihak dapat kembali berkonsentrasi pada ajang olahraga yang membawa nama bangsa kita,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Medan melalui Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, membantah tudingan bahwa pihaknya ingkar terhadap komitmen pembiayaan hotel peserta AFF U-19 2026. Pemkot Medan menegaskan sejak awal tidak pernah ada pembahasan ataupun janji untuk menanggung biaya akomodasi peserta turnamen.

Menurut Wiriya, keterlibatan Pemkot Medan dalam persiapan AFF U-19 2026 hanya terbatas pada penyediaan dan pembenahan fasilitas olahraga yang akan digunakan selama turnamen berlangsung. Fasilitas tersebut meliputi Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, serta Lapangan Taman Cadika.

“Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel maupun penginapan peserta AFF. Tidak pernah dibahas. Yang diminta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion,” tegas Wiriya.

Ia menjelaskan, surat permintaan dukungan pembiayaan akomodasi baru diterima Pemkot Medan pada 24 Mei 2026 atau hanya sekitar sepekan sebelum turnamen berlangsung. Namun permintaan tersebut disebut tidak dapat dipenuhi karena tidak memiliki dasar regulasi yang jelas serta tidak tersedia dalam struktur anggaran pemerintah daerah.

“Tiba-tiba datang surat meminta pembiayaan. Kami melihat tidak ada ketentuan atau aturan yang dapat mengakomodasi permintaan tersebut. Anggaran juga tidak tersedia untuk itu, sehingga tidak bisa dipenuhi,” katanya.

Pemkot Medan juga menolak usulan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membiayai hotel peserta, dengan alasan dana tersebut tidak dapat digunakan untuk kebutuhan akomodasi event olahraga internasional.

Kisruh ini sebelumnya mencuat setelah sejumlah peserta turnamen dilaporkan mengalami kendala pembayaran hotel. Salah seorang panitia pelaksana, Muhammad Fauzi, bahkan mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi tersebut dan menilai persoalan itu berpotensi mencoreng citra Indonesia di mata internasional.

Menurut Fauzi, Timor Leste sempat meninggalkan Grand Mercure Medan akibat persoalan pembayaran akomodasi. Selain itu, Tim Filipina disebut terancam mengalami kondisi serupa apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.

“Event ini membawa nama Indonesia di level internasional. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, tentu akan berdampak pada citra penyelenggaraan turnamen,” ujarnya.

Dengan pernyataan terbaru dari PSSI Sumut, polemik terkait akomodasi peserta AFF U-19 2026 kini dipastikan telah ditangani langsung oleh PSSI bersama panitia lokal. Langkah tersebut diambil guna memastikan seluruh peserta mendapatkan fasilitas yang layak serta menjaga reputasi Indonesia sebagai tuan rumah ajang sepak bola internasional.

banner 500x300 Magang Jepang Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *