Rico Waas Instruksikan Reformasi Total PUD Pembangunan: Empat Aset Utama Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Medan

MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengambil langkah berani untuk membenahi total Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan yang selama ini dinilai berjalan stagnan. Dalam pertemuan strategis mengenai paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan masa jabatan 2026–2030 di Balai Kota Medan pada Jumat (20/02/2026), Rico menegaskan bahwa perusahaan plat merah tersebut tidak boleh lagi terjebak dalam pola manajemen lama yang tidak produktif.

Didampingi Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap dan Sekda Wiriya Alrahman, Rico Waas menekankan pentingnya reformasi manajemen, disiplin bisnis, dan eksekusi langkah konkret. Dari lima unit usaha yang dikelola—yakni Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM), Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo), dan Rusunawa Amplas—Rico mengidentifikasi empat di antaranya sebagai motor utama yang wajib dipacu untuk menghasilkan profit secara profesional.

Optimalisasi PKTM dan Opsi Kerja Sama Pihak Ketiga

Fokus utama pembenahan tertuju pada Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM). Dengan luas lahan mencapai 12,5 hektare, mirisnya saat ini baru sekitar 4 hektare yang dimanfaatkan secara produktif. Terdapat potensi lahan sekitar 8 hektare yang dibiarkan “menganggur” selama bertahun-tahun. Rico Waas memberikan instruksi tegas agar lahan potensial tersebut segera digarap, baik melalui pembangunan mandiri oleh BUMD maupun membuka pintu lebar bagi kerja sama dengan pihak ketiga (investor).

“Kalau keuangan kita berat, ayo kita kerja sama. Tapi ini harus bergerak. Jangan stagnan,” tegas Rico Waas di hadapan jajaran Direksi PUD Pembangunan. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyatakan kesiapannya untuk memperbaiki infrastruktur akses jalan menuju kawasan pergudangan guna meningkatkan nilai jual dan daya tarik bisnis di mata investor.

Modernisasi Aset Strategis Tanpa Mengubah Fungsi

Terkait Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja yang berlokasi di pusat kota, Wali Kota menilai kedua aset tersebut seharusnya menjadi “tambang emas” bagi pendapatan daerah. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa bisnis di kawasan premium hanya akan sukses jika didukung oleh fasilitas yang modern dan memadai. Rico secara khusus menyoroti Kolam Renang Deli agar dikembangkan secara inovatif namun tetap mempertahankan identitasnya sebagai fasilitas olahraga air.

“Jangan kehilangan asetnya, jangan berubah fungsi. Kalau kolam renang, tetap kolam renang. Silakan dikembangkan, tapi fungsi utamanya jangan hilang,” jelasnya. Sikap ini menunjukkan keseimbangan antara visi profitabilitas dan penyediaan ruang publik bagi warga Medan.

Tantangan Defisit dan Komitmen Penyertaan Modal

Kondisi riil PUD Pembangunan saat ini memang tergolong berat. Direktur Utama PUD Pembangunan, Septianus Bate’e, memaparkan data yang cukup memprihatinkan di mana perusahaan masih mengalami defisit rata-rata sebesar Rp289 juta setiap bulannya. Meskipun unit pergudangan menyumbang 73,25 persen pendapatan, beban operasional yang tinggi, pajak PBB senilai Rp1,2 miliar per tahun, hingga tunggakan hak pegawai menjadi sandungan utama bagi kesehatan finansial perusahaan.

“Kolam Renang Deli dan Medan Zoo masih mencatat kerugian, sementara unit lain hanya surplus tipis,” ungkap Septianus. Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menyatakan Pemko Medan tidak menutup peluang untuk memberikan penyertaan modal. Namun, ia memberikan syarat ketat: suntikan dana hanya akan mengalir jika rencana bisnis yang diajukan benar-benar komprehensif, terukur, dan realistis secara finansial.

Digitalisasi dan Rebranding Medan Zoo

Direksi periode 2026–2030 kini memulai langkah pembenahan dari sisi internal. Strategi yang diusung meliputi digitalisasi sistem keuangan yang bekerja sama dengan Bank Sumut, audit operasional yang ketat, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Key Performance Indicator (KPI) dengan target kepatuhan mencapai 95 persen.

Salah satu yang juga dinantikan publik adalah transformasi Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo). Pihak direksi tengah menyiapkan strategi rebranding dan perubahan konsep pengelolaan agar kebun binatang kebanggaan warga Medan ini bisa bangkit dari keterpurukan. Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemko Medan menargetkan PUD Pembangunan tidak lagi menjadi beban fiskal daerah, melainkan menjelma menjadi kontributor nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mengesampingkan fungsi sosialnya.

Sambut Bulan Suci, Pemko Medan Siapkan Ramadhan Fair ke-XX dengan Standar Kualitas Ketat

MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan resmi mengumumkan kembali digelarnya perhelatan akbar Ramadhan Fair tahun 2026. Ajang tahunan yang kini memasuki edisi ke-XX tersebut dijadwalkan berlangsung di Taman Sri Deli, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Medan Kota, mulai tanggal 25 Februari 2026 mendatang. Sebagai salah satu ikon wisata religi dan kuliner di Kota Medan, berbagai persiapan intensif tengah digeber guna memastikan kesuksesan dan kenyamanan bagi para pengunjung.

Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, memimpin langsung rapat koordinasi persiapan di Ruang Rapat III, Balai Kota Medan, pada Kamis (19/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemko Medan tidak hanya mematangkan teknis Ramadhan Fair, tetapi juga menyelaraskan agenda dengan pelaksanaan Harmoni Imlek 2026 yang akan dipusatkan di kawasan Jalan Kesawan, Medan Barat, pada 21 Februari 2026. Sinergi dua agenda besar ini diharapkan mampu menunjukkan wajah Medan sebagai kota yang heterogen dan penuh harmoni.

Dalam arahannya, Zakiyuddin Harahap menekankan bahwa pelaksanaan Ramadhan Fair ke-XX dan Harmoni Imlek tahun ini tidak boleh sekadar menjadi seremoni rutinitas tahunan. Ia menuntut adanya dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi hiburan, kenyamanan, maupun penguatan ekonomi lokal. Menurutnya, inovasi dalam pengemasan konsep dan kualitas layanan harus menjadi prioritas utama agar level perhelatan tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ramadhan Fair ke-XX harus dikemas lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi konsep, kenyamanan, hingga kualitas para penyewa lapak (tenant). Saya peringatkan agar panitia benar-benar mengawasi tarif parkir dan harga makanan di lapangan. Jangan sampai masyarakat merasa dibebani dengan harga yang tidak masuk akal,” tegas Zakiyuddin Harahap di hadapan unsur Forkopimda dan perwakilan Perangkat Daerah se-Kota Medan.

Masalah parkir dan harga makanan kerap menjadi sorotan tajam setiap tahunnya. Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa minat masyarakat untuk berkunjung bisa menurun drastis jika pengelolaan parkir tidak tertib dan harga kuliner di lokasi acara melambung tinggi. Ia menginstruksikan Dinas Perhubungan dan pihak terkait untuk mengatur skema parkir yang transparan guna memberikan rasa nyaman bagi warga yang datang membawa kendaraan.

Selain aspek biaya, sektor kuliner yang menjadi daya tarik utama Ramadhan Fair juga mendapat perhatian khusus. Zakiyuddin meminta agar proses seleksi tenant dilakukan secara ketat dan profesional. Ia menekankan bahwa hanya produk yang memiliki kualitas rasa dan kelayakan tinggi yang diperbolehkan mengisi booth di Taman Sri Deli. Dengan jaminan kualitas rasa yang enak dan standar kebersihan yang layak, kunjungan masyarakat diharapkan akan meningkat signifikan, yang pada gilirannya akan mendongkrak omzet para pelaku UMKM lokal.

Rapat persiapan tersebut turut dihadiri oleh Aspemsos Muhammad Sofyan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andi Yudistira, serta para Camat se-Kota Medan. Seluruh jajaran diminta untuk berkolaborasi secara total guna menjaga marwah Ramadhan Fair sebagai wadah silaturahmi sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini.

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem: Sumatera Utara Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga Malam Hari

MEDAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan pembaruan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatera Utara pada Senin (16/02/2026). Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan akan disertai kilat, petir, serta tiupan angin kencang.

Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Defri Mendoza, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ini mulai terdeteksi signifikan sejak pukul 16.00 WIB dan diproyeksikan akan terus berlangsung serta berpotensi bertahan hingga pukul 19.00 WIB. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari warga, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan maupun yang bermukim di zona rawan bencana.

Daftar Wilayah Terdampak: Dari Pegunungan Hingga Pesisir

Berdasarkan data satelit cuaca terkini, sejumlah wilayah diprediksi menjadi titik fokus guyuran hujan lebat. Beberapa kabupaten dan kota yang masuk dalam radar utama peringatan dini ini meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Dairi, Langkat, Humbang Hasundutan, Samosir, Pakpak Bharat, serta Kota Sibolga.

Tidak hanya terbatas pada wilayah tersebut, BMKG juga mensinyalir adanya perluasan kondisi cuaca ekstrem ke kawasan strategis lainnya. Kawasan destinasi wisata Danau Toba serta daerah-daerah lain seperti Kepulauan Nias, Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Toba, Padang Lawas, hingga wilayah Labuhanbatu Raya diperkirakan akan terdampak. Selain itu, beberapa kota besar seperti Binjai, Tebing Tinggi, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli juga masuk dalam area waspada perluasan cuaca.

Imbauan Keamanan dan Potensi Gangguan Transportasi

Menyikapi potensi ancaman ini, Defri Mendoza menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk mewaspadai dampak sekunder yang kerap muncul saat cuaca ekstrem melanda. Risiko seperti genangan air yang meluas, banjir bandang, hingga bencana tanah longsor di daerah perbukitan menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi sejak dini.

“BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan transportasi baik di sektor darat maupun perairan,” tegas Defri dalam keterangannya.

Lebih lanjut, pihak BMKG menekankan agar warga yang berada di daerah rawan bencana terus meningkatkan kesiapsiagaan mandiri. Masyarakat diminta untuk tidak mudah termakan isu yang tidak jelas sumbernya dan tetap berpatokan pada informasi cuaca terkini yang disebarkan melalui kanal-kanal komunikasi resmi BMKG. Dengan kondisi atmosfer yang masih labil, pemantauan berkala menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.

H-1 Imlek 2577: Maha Vihara Maitreya Medan Dipadati Umat, Ritual Doa dan Syukur Menggema di Cemara Asri

MEDAN – Suasana khidmat dan penuh kedamaian mulai menyelimuti Maha Vihara Maitreya yang terletak di Komplek Cemara Asri, Medan, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin (16/02/2026), masyarakat Tionghoa silih berganti memadati salah satu vihara terbesar di Indonesia ini untuk menjalankan ibadah doa keselamatan serta mengucap syukur atas segala berkah di tahun yang lalu.

Antrean umat terlihat mengular namun tetap terjaga ketertibannya saat memasuki area utama peribadatan. Atmosfer spiritual terasa sangat kental dengan aroma dupa yang semerbak memenuhi udara, berpadu apik dengan kerlip cahaya lilin dan hiasan ribuan lampion merah yang menghiasi setiap sudut arsitektur bangunan vihara yang megah.

Puncak Kunjungan Umat dan Pengaturan Ketertiban Ibadah

Pengurus Maha Vihara Maitreya Medan, Diki Paskarianto, mengungkapkan bahwa tren peningkatan kunjungan umat telah terdeteksi sejak tiga hari terakhir. Namun, kepadatan mencapai puncaknya pada H-1 Imlek, di mana umat Buddha memilih waktu lebih awal untuk memanjatkan doa agar dapat beribadah dengan lebih fokus dan khusyuk.

“Biasanya umat memilih datang sehari sebelum Imlek untuk berdoa agar lebih khusyuk. Hari ini jumlahnya meningkat sangat signifikan dibandingkan hari-hari biasa,” jelas Diki saat memberikan keterangan di area vihara, Senin (16/02/2026).

Guna mengantisipasi lonjakan massa yang lebih besar, pihak pengelola vihara telah melakukan persiapan matang secara teknis maupun non-teknis. Langkah-langkah strategis telah diterapkan, mulai dari pengaturan alur keluar-masuk umat yang ketat, penambahan personel relawan di titik-titik krusial, hingga koordinasi intensif dengan aparat keamanan setempat.

Refleksi Kebajikan dan Momentum Mempererat Toleransi

Lebih lanjut, Diki menekankan bahwa perayaan Imlek di Maha Vihara Maitreya bukan sekadar rutinitas tradisi tahunan. Baginya, momentum ini adalah ruang untuk refleksi diri dan upaya kolektif dalam memperkuat nilai-nilai kebajikan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Imlek mengajarkan kita semua tentang arti rasa syukur, pentingnya memperbaiki diri secara terus-menerus, serta menumbuhkan rasa toleransi yang kuat terhadap sesama manusia,” tambah Diki dalam pesannya kepada para jamaah.

Selain ritual doa individu, pihak vihara juga telah menjadwalkan rangkaian kegiatan pada hari puncak Imlek besok, yang meliputi pembacaan sutra secara berjamaah dan doa keselamatan bagi bangsa. Arus kedatangan umat diprediksi akan terus mengalir deras hingga hari pertama Tahun Baru Imlek, seiring dengan antusiasme masyarakat dalam menyambut tahun baru dengan semangat spiritualitas yang baru.

Satpol PP Kota Medan Luncurkan Layanan Pengaduan Masyarakat, Dorong Respons Cepat Penegakan Perda

Medan — Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan, Sumatera Utara, resmi meluncurkan layanan pengaduan masyarakat sebagai wadah partisipasi publik dalam melaporkan berbagai gangguan ketertiban umum serta dugaan pelanggaran peraturan daerah di wilayah tersebut. Inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat proses penanganan laporan sekaligus meningkatkan efektivitas penegakan aturan di tingkat kota.

Kepala Satpol PP Kota Medan, Muhammad Yunus, menyampaikan bahwa peluncuran layanan pengaduan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat fungsi pengawasan serta pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan kanal pelaporan yang mudah diakses akan mempersingkat alur informasi dari warga kepada petugas di lapangan.

“Layanan ini kami hadirkan untuk mempercepat penanganan dan tindak lanjut pengaduan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan penegakan peraturan daerah,” ujar Yunus saat memberikan keterangan di Medan, Rabu.

Wadah Partisipasi Publik

Program pengaduan tersebut dirancang sebagai sarana resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan, mulai dari gangguan ketenteraman, pelanggaran ketertiban umum, hingga aktivitas yang dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan. Kehadiran layanan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dan warga dalam menjaga stabilitas sosial perkotaan.

Yunus menegaskan, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan karena aparat tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan informasi dari publik. Dengan adanya laporan warga, petugas dapat segera melakukan verifikasi, pemantauan, dan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini juga dalam rangka menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta pelindungan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap laporan yang masuk bisa ditindaklanjuti secara cepat dan terukur,” katanya.

Akses Layanan Lebih Mudah

Untuk mempermudah akses, Satpol PP Kota Medan telah menyediakan nomor layanan pengaduan yang dapat dihubungi masyarakat, yakni 0853-7109-3888. Melalui nomor tersebut, warga dapat menyampaikan laporan disertai informasi pendukung seperti lokasi kejadian, waktu, serta bentuk pelanggaran yang ditemukan.

Menurut Yunus, penyediaan jalur komunikasi langsung ini bertujuan memangkas hambatan birokrasi yang selama ini kerap menjadi kendala dalam proses pelaporan. Dengan sistem yang lebih sederhana, laporan diharapkan dapat diterima secara real time dan segera diteruskan kepada tim penindak.

“Silakan kepada warga Kota Medan untuk menyampaikan pengaduan ke nomor layanan yang telah kami sediakan itu. Setiap laporan akan kami verifikasi sebelum ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dorong Respons Cepat Aparat

Selain memfasilitasi masyarakat, layanan ini juga menjadi instrumen internal untuk meningkatkan kinerja aparat. Dengan sistem pelaporan terpusat, pimpinan dapat memantau kecepatan respons, efektivitas penanganan, serta pola gangguan ketertiban yang sering terjadi di wilayah tertentu.

Data yang terkumpul nantinya akan dianalisis sebagai bahan evaluasi dan dasar penyusunan strategi pengawasan ke depan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan penegakan peraturan daerah berjalan konsisten dan tepat sasaran.

Yunus berharap kehadiran layanan pengaduan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak perda. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan layanan secara bertanggung jawab, dengan laporan yang faktual dan tidak mengandung unsur hoaks maupun fitnah.

Harapan ke Depan

Dengan diluncurkannya kanal pengaduan ini, Satpol PP Kota Medan menargetkan terciptanya lingkungan kota yang lebih tertib, aman, dan kondusif. Partisipasi aktif masyarakat diyakini menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Semoga layanan ini dapat berguna, tidak hanya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat, tetapi juga dalam meningkatkan kinerja Satpol PP Kota Medan secara keseluruhan,” tutur Yunus.

Pemerintah Kota Medan melalui Satpol PP menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik, khususnya yang berkaitan dengan ketenteraman dan ketertiban umum. Sinergi antara aparat dan warga diharapkan mampu menciptakan tata kelola kota yang lebih responsif serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Hidayah di Kota Jasa: Gadis Asal Medan Resmi Memeluk Islam di Dayah Hikmatul Ulum Diniyah As-Sunnah

Langsa, ACEH – Suasana haru dan khidmat menyelimuti kompleks Dayah Hikmatul Ulum Diniyah As-sunnah yang terletak di Gampong Suka Jadi Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, pada Jumat sore. Seorang gadis muda asal Medan, Sumatera Utara, secara resmi menanggalkan keyakinan lamanya dan memilih untuk bersyahadat, memeluk agama Islam. Langkah besar ini menjadi lembaran baru bagi sang gadis dalam mengarungi kehidupan spiritualnya di tanah Serambi Mekkah.

Gadis tersebut adalah Lamti (23), atau yang akrab disapa Via, penganut agama Kristen Protestan bermarga Bakara. Di hadapan para saksi dan tokoh agama, Via dengan mantap menyatakan kemantapan hatinya untuk mengikuti ajaran tauhid. Prosesi pensyahadatan yang sakral ini dibimbing langsung oleh Pimpinan Dayah Hikmatul Ulum Diniyah As-sunnah, Tgk Mudawaly Tasman, S.Ag.

Disaksikan Tokoh Agama dan Santri

Prosesi perubahan keyakinan ini tidak hanya menjadi momentum pribadi bagi Via, tetapi juga disaksikan oleh sejumlah tokoh penting dan jamaah. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kabag Pembangunan Dayah, Islamsyah MTA, ST, serta Kabag Humas Dayah yang juga menjabat sebagai Ketua SBC Langsa, Sayuti. Kehadiran para santri dan sejumlah tamu undangan menambah kekhidmatan acara yang berlangsung di balai utama dayah tersebut.

Usai Via melafalkan dua kalimat syahadat dengan fasih, gema takbir dan ucapan syukur “Alhamdulillah” terdengar dari para saksi yang hadir. Tgk Mudawaly Tasman dalam tausiyah singkatnya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas bertambahnya saudara seiman di lingkungan masyarakat Langsa.

“Alhamdulillah, pada sore hari ini kita telah menambah lagi satu saudara yang seiman. Kita mendoakan agar saudari kita ini semakin kuat dalam iman dan menjadi bagian dari umat Islam yang tangguh. Semoga hidayah ini membawa kita semua berkumpul di surga Allah SWT kelak,” ujar Tgk Mudawaly dengan nada penuh haru.

MARHABAN YA RAMADHAN

UAB (Apa Uwak Bilang)

Oleh : CHAIRUL BACHRI – CEO ALKHAIRIYAH Media Group

Ramadhan selalu menjadi momentum yang dinanti umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Kota Medan. Tahun ini, Ramadhan 1447 H kembali hadir dengan semangat kebersamaan, tradisi, dan refleksi spiritual yang khas.

Ramadhan sebagai Ruang Kebersamaan
Di Medan, penyambutan Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga perayaan budaya dan sosial. Tradisi Petang Belimau dan Megang Puasa yang digelar pemerintah kota bersama masyarakat menjadi simbol pembersihan diri dan solidaritas sosial. Prosesi ini memperlihatkan bagaimana nilai religius berpadu dengan identitas budaya lokal, menjadikan Ramadhan lebih dari sekadar bulan puasa, melainkan ruang kebersamaan yang memperkuat ikatan sosial.

Antusiasme Warga
Fenomena pawai obor yang diikuti ribuan warga beberapa waktu lalu menunjukkan betapa besar antusiasme masyarakat menyambut bulan suci. Cahaya obor yang menyinari jalanan kota bukan hanya simbol penerangan, tetapi juga lambang harapan dan semangat baru. Ramadhan di Medan selalu hadir dengan nuansa meriah, namun tetap sarat makna spiritual.

Tantangan Modernisasi
Namun, di balik semarak penyambutan Ramadhan, ada tantangan yang perlu dihadapi. Modernisasi dan gaya hidup serba cepat sering kali membuat masyarakat kehilangan esensi Ramadhan sebagai bulan refleksi. Konsumsi berlebihan, euforia belanja, hingga maraknya konten digital yang kurang mendidik bisa mengaburkan makna sejati ibadah.

Ramadhan sebagai Momentum Perubahan
Ramadhan seharusnya menjadi momentum perubahan. Pola hidup sehat, kepedulian sosial, dan penguatan nilai budaya harus menjadi fokus utama. Edukasi tentang kesehatan, seperti penyuluhan kanker yang digelar RSUP H Adam Malik, bisa menjadi bagian dari semangat Ramadhan: menjaga tubuh, pikiran, dan jiwa tetap sehat.

Harapan ke Depan
Menyambut Ramadhan 1447 H, masyarakat Medan diharapkan tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai yang menjadi inti bulan suci: kejujuran, kepedulian, dan kesederhanaan. Pemerintah, tokoh agama, dan komunitas budaya perlu terus bersinergi agar Ramadhan di Medan menjadi teladan bagaimana agama, budaya, dan modernitas bisa berjalan beriringan.

MARHABAN YA RAMADHAN, Semoga Ramadhan 1447H yang akan segera datang semakin meningkatkan keimanan dan Ketaqwaan kita semua. Aaamiin

RSUP H Adam Malik Gelar Penyuluhan Kanker, Dorong Dukungan dan Edukasi Hidup Sehat

MEDAN — Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik melalui Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit (PKPRS) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan yang diikuti oleh seluruh Puskesmas se-Kota Medan.

Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional RSUP H Adam Malik, Sri Wahyuni Sirait, SE, M.Si, Sabtu (14/02/2026). Dalam sambutannya, Sri menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan kepada para penderita kanker. “Dukungan ke penderita kanker dilakukan agar mereka tidak merasa sendirian menghadapi penyakitnya dan perlu adanya edukasi pola hidup sehat agar tercegah dari kanker,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Materi Penyuluhan
Penyuluhan ini menghadirkan sejumlah dokter spesialis yang ahli di bidang onkologi. Dokter Spesialis Onkologi Radiasi, dr. Montesqieu Silalahi, Sp.Onk.Rad(K), membawakan materi mengenai peran radioterapi dalam pelayanan kanker di RSUP H Adam Malik. Ia menjelaskan bagaimana radioterapi menjadi salah satu metode utama dalam penatalaksanaan kanker, khususnya untuk pasien yang membutuhkan terapi berkelanjutan.

Selain itu, Dokter Spesialis Obgyn Subspesialisasi Onkologi Ginekologi, dr. Riza Rivany, M.Ked(OG), Sp.OG(K), Subsp.Onk, menyampaikan materi tentang deteksi dini dan tata laksana kanker serviks. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin bagi perempuan, karena kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar, MH.Kes, M.Ked(Surg), Sp.B, Subsp.Onk(K), FICS, turut hadir memberikan materi mengenai penatalaksanaan kanker tiroid. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa kanker tiroid menyerang kelenjar tiroid di bagian leher depan manusia dan sering kali tidak disadari hingga stadium lanjut.

Suasana Kegiatan
Gedung pertemuan RSUP H Adam Malik dipenuhi tenaga kesehatan dari berbagai Puskesmas di Kota Medan. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi, mencatat poin-poin penting, dan berdiskusi dengan para narasumber. Suasana penuh semangat ini mencerminkan komitmen tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus memperkuat peran mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Para peserta menyambut baik materi yang disampaikan, terutama terkait deteksi dini dan pola hidup sehat. Banyak tenaga kesehatan yang menilai bahwa edukasi kepada masyarakat harus lebih digencarkan, agar risiko kanker dapat ditekan sejak dini.

Makna dan Harapan
Sri Wahyuni menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar penyuluhan, tetapi juga bentuk komitmen RSUP H Adam Malik dalam memperkuat jejaring pelayanan kesehatan dengan Puskesmas. “Kami ingin tenaga kesehatan di lini terdepan memiliki pemahaman yang sama, sehingga dukungan kepada pasien kanker bisa lebih maksimal,” katanya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tenaga kesehatan di Kota Medan semakin siap memberikan pelayanan yang komprehensif, mulai dari edukasi pola hidup sehat, deteksi dini, hingga pendampingan pasien. RSUP H Adam Malik berkomitmen menjadikan penyuluhan ini sebagai agenda rutin dalam memperingati Hari Kanker Sedunia, sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan dan penanganan kanker.

Disdikbud Medan Hadiri Bimtek Guru KB-1, Dorong Pembelajaran Mendalam dan Digitalisasi

Medan, Sumatera Utara — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar, S.E., M.A.P., menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Penguatan Karakter Kebhayangkaraan serta Digitalisasi bagi Guru Jenjang SD, SMP, SMA KB-1 Medan Tahun 2026.

Acara berlangsung pada Kamis (12/02/2026) pukul 09.00 WIB di Gedung Utama BPMP Sumut, Jalan Asam Kumbang, Medan. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas undangan Yayasan Kemala Bhayangkari Pengurus Daerah Sumatera Utara, dengan tujuan memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan era digital sekaligus menanamkan nilai karakter kebhayangkaraan.

Rangkaian Acara
Forum dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa. Suasana khidmat terasa ketika seluruh peserta berdiri menyanyikan lagu kebangsaan, menegaskan semangat nasionalisme yang menjadi landasan pendidikan.
Ketua Panitia, Ibu Marlin Bambang, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kompetensi guru. Ia berharap para peserta dapat menyerap materi dengan baik dan mengimplementasikannya di sekolah masing-masing.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala BBGTK Sumut yang diwakili Katim Kemitraan, Bapak Ichwan Nasution. Ia menegaskan bahwa pembelajaran mendalam dan digitalisasi merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga mampu menanamkan nilai karakter kebhayangkaraan kepada siswa.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Kemala Bhayangkari Daerah Sumatera Utara, Ibu Mona Whisnu Hermawan. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa pendidikan karakter harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi era digital. “Digitalisasi adalah keniscayaan, tetapi karakter kebhayangkaraan harus tetap menjadi jiwa pendidikan kita,” ujarnya.

Kehadiran Kepala Disdikbud Medan
Kepala Disdikbud Medan, Benny Sinomba Siregar, hadir sebagai tamu kehormatan. Kehadirannya menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam mendukung peningkatan kualitas guru. Dalam kesempatan itu, Benny menerima cendera mata dari panitia sebagai simbol penghargaan atas dukungan yang diberikan.

Benny menekankan bahwa guru merupakan ujung tombak pendidikan. Menurutnya, pembelajaran mendalam harus mampu mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter. “Guru harus menjadi teladan, bukan hanya dalam pengetahuan, tetapi juga dalam sikap dan perilaku,” katanya.

Suasana Kegiatan
Gedung Utama BPMP Sumut dipenuhi ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi, mencatat poin-poin penting, dan berdiskusi dengan narasumber. Dokumentasi kegiatan dilakukan secara menyeluruh, menandai pentingnya acara ini sebagai bagian dari sejarah perjalanan pendidikan di Medan.

Para peserta menyambut baik materi yang disampaikan, terutama terkait digitalisasi pembelajaran. Banyak guru yang mengungkapkan bahwa transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Penutup
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, narasumber, dan tamu undangan. Suasana penuh keakraban tercipta, mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun pendidikan yang lebih baik.


Dengan terselenggaranya bimtek ini, diharapkan guru-guru KB-1 Medan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan modern, sekaligus tetap menjaga nilai karakter kebhayangkaraan sebagai identitas bangsa. Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendukung penuh setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan demi terciptanya generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Tradisi Petang Belimau dan Megang Puasa Warnai Medan, Wali Kota Tekankan Pelestarian Budaya

MEDAN — Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar tradisi Petang Belimau dan Megang Puasa sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Kegiatan berlangsung pada Kamis (14/02/2026) di Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman, Kecamatan Medan Sunggal. Tradisi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, serta kepedulian sosial yang telah diwariskan turun-temurun.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa kekuatan bangsa terletak pada kemampuannya menjaga budaya. “Bangsa yang kuat adalah bangsa yang menjaga budaya,” ucapnya di hadapan para jamaah dan tamu undangan. Ia menekankan bahwa tradisi seperti Petang Belimau dan Megang Puasa bukan sekadar ritual, melainkan simbol identitas yang memperkuat jati diri masyarakat Medan.

Acara ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Al Rahman, serta sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran mereka mencerminkan dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian tradisi lokal yang menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat.

Selain sambutan dari Wali Kota, kegiatan juga diisi tausyiah oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Ustaz H. Hasan Matsum. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya sedekah sebagai bagian dari tradisi Megang Puasa. “Megang Puasa itu tidak afdhal kalau tidak bersedekah,” ujarnya, mengingatkan masyarakat bahwa ibadah puasa harus disertai kepedulian terhadap sesama.

Suasana dan Prosesi
Sejak sore hari, masyarakat mulai memadati halaman Masjid Raya Kedatukan Sunggal. Anak-anak tampak antusias mengikuti prosesi Petang Belimau, sementara para orang tua menyiapkan perlengkapan berupa air bercampur jeruk limau yang digunakan dalam ritual penyucian diri. Aroma segar jeruk limau memenuhi udara, menambah khidmat suasana.

Prosesi dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan penyiraman air limau sebagai simbol pembersihan lahir dan batin. Warga tampak khusyuk mengikuti setiap tahapan, seolah merasakan makna mendalam dari tradisi yang telah diwariskan sejak generasi terdahulu.
Pada bagian Megang Puasa, masyarakat saling berbagi makanan dan sedekah. Meja panjang di halaman masjid dipenuhi aneka hidangan khas Medan, mulai dari lemang, gulai ikan, hingga kue tradisional. Suasana hangat tercipta ketika warga saling bertukar makanan, memperkuat rasa kebersamaan menjelang Ramadan.

Makna Tradisi
Petang Belimau memiliki makna simbolis sebagai bentuk penyucian diri menjelang Ramadan. Dengan menggunakan air jeruk limau, masyarakat melakukan ritual bersuci sebagai lambang pembersihan lahir dan batin. Sementara itu, Megang Puasa menjadi ajang silaturahmi dan berbagi, di mana masyarakat saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial.

Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Pemko Medan berharap kegiatan ini dapat memperkuat nilai religius sekaligus memperkokoh identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.


Komitmen Pemerintah
Wali Kota Rico menambahkan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan kota. Menurutnya, budaya adalah fondasi yang menjaga harmoni sosial, sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada nilai-nilai yang hidup di masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan Petang Belimau dan Megang Puasa di Medan diharapkan terus berlanjut sebagai tradisi tahunan yang memberi makna spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan warga. Pemerintah Kota Medan berkomitmen menjadikan tradisi ini sebagai bagian dari kalender budaya resmi, sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.