WISKUL

Dua Dekade Ramadan Fair Medan: Simbol Ekonomi Kerakyatan dan Spiritualitas Kota

MEDAN, – Wajah ikonis Masjid Raya Al Mashun kembali berpendar lebih terang tahun ini. Gelaran Ramadan Fair Kota Medan yang memasuki penyelenggaraan ke-XX resmi menjadi magnet utama warga dalam merayakan bulan suci. Selama dua dekade terakhir, agenda ini bukan sekadar rutinitas kalender, melainkan telah bermetamorfosis menjadi urat nadi ekonomi lokal sekaligus ruang silaturahmi lintas generasi di Ibu Kota Sumatera Utara.

Pusat Ekonomi Kreatif di Jantung Kota

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam keterangannya menegaskan bahwa Ramadan Fair telah menjelma menjadi identitas kolektif atau trademark bagi warga Medan. Keberlanjutan acara ini merupakan respons langsung terhadap tingginya antusiasme masyarakat, yang membuat Pemerintah Kota Medan tetap konsisten mengalokasikan anggaran melalui APBD setiap tahunnya.

“Ramadan Fair adalah wajah kebersamaan kita. Ini adalah ruang di mana spiritualitas bertemu dengan pemberdayaan ekonomi. Kami ingin memastikan bahwa setiap tahunnya, kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi pedagang kecil dan kenyamanan bagi pengunjung,” ujar Rico di sela-sela pemantauan lokasi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemkot Medan melibatkan sedikitnya 150 pelaku UMKM yang telah lolos kurasi ketat. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Proses seleksi dilakukan untuk memastikan bahwa produk, baik kuliner maupun kriya yang dipasarkan, memiliki standar kualitas tinggi sehingga mampu bersaing dan memberikan kepuasan bagi konsumen yang datang dari berbagai penjuru kota.

Optimalisasi Anggaran dan Manajemen Trafik

Meski skala kemeriahannya tetap terjaga, Pemerintah Kota Medan menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan anggaran. Untuk tahun 2026, Ramadan Fair dialokasikan sebesar Rp2,9 miliar, angka yang tercatat lebih rendah dibandingkan pagu anggaran tahun sebelumnya. Pengurangan ini dilakukan melalui optimalisasi manajemen acara tanpa mengurangi esensi dan kemegahan perhelatan.

Secara teknis, acara dipusatkan di kawasan bersejarah Masjid Raya Al Mashun. Mengingat penggunaan sebagian badan jalan di samping masjid, Dinas Perhubungan Kota Medan telah mengimplementasikan skema pengalihan arus lalu lintas secara sistematis. Pihak otoritas menilai masyarakat Medan telah memiliki adaptasi yang baik terhadap pola penutupan jalan yang rutin dilakukan setiap tahunnya, sehingga potensi kemacetan parah dapat diredam sejak dini.

Sinergi Religi dan Hiburan

Ramadan Fair ke-XX ini dijadwalkan berlangsung selama 20 hari, mulai dari 25 Februari hingga berakhir pada 16 Maret 2026. Selain menjadi surga kuliner berbuka puasa, agenda ini juga sarat dengan muatan religi. Berbagai rangkaian acara seperti peringatan Nuzulul Quran, tausiyah rutin, hingga lomba tahfiz Quran bagi generasi muda, menjadi ruh utama dari kegiatan ini.

Untuk menambah daya tarik, sejumlah artis ibu kota juga turut dijadwalkan memeriahkan panggung utama pada prosesi pembukaan dan penutupan. Integrasi antara hiburan dan nilai ibadah ini diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang ingin merasakan atmosfer Ramadan khas Medan yang plural dan hangat.

Harapan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Pemerintah Kota Medan menaruh harapan besar agar Ramadan Fair tahun ini menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi pascapandemi yang lebih stabil. Dengan memfasilitasi ratusan UMKM, perputaran uang selama 20 hari pelaksanaan diprediksi akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat lokal.

Rico Tri Putra Bayu Waas berharap, melalui momentum dua dekade ini, Ramadan Fair terus menjadi ruang terbuka yang memperkuat struktur sosial warga Medan. Keberhasilan acara ini bukan hanya diukur dari meriahnya lampu-lampu di sekitar Masjid Raya, melainkan dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan oleh para pedagang dan seberapa erat ikatan persaudaraan yang terjalin di dalamnya.

Eksistensi Ramadan Fair selama 20 tahun membuktikan bahwa ketika tradisi dikelola dengan manajemen modern yang transparan, ia akan tetap relevan dan dicintai meski zaman terus berganti. Medan kini menanti puncak perayaan yang diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh elemen kota.


Informasi Tambahan:

  • Waktu Pelaksanaan: 25 Februari – 16 Maret 2026
  • Lokasi: Kawasan Masjid Raya Al Mashun, Medan
  • Jumlah Tenan: 150 UMKM Terkurasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *