Listrik - Uncategorized

DPRD Medan Ultimatum PLN Jamin Pasokan Listrik Selama Ibadah Puasa

MEDAN – Menghadapi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sorotan tajam diarahkan kepada PT PLN (Persero) terkait stabilitas pasokan energi di Kota Metropolitan Medan. Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lailatul Badri, secara tegas mendesak perusahaan setrum negara tersebut untuk memberikan jaminan nol pemadaman (zero blackout) selama bulan puasa. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan kekhusyukan umat Muslim dalam menjalankan rangkaian ibadah tanpa gangguan teknis.

Permintaan ini bukan sekadar imbauan rutin, melainkan desakan atas kebutuhan dasar masyarakat yang meningkat signifikan pada jam-jam sakral. Lailatul Badri menegaskan bahwa ketersediaan listrik yang stabil adalah harga mati, terutama saat waktu krusial seperti sahur, berbuka puasa, hingga pelaksanaan salat tarawih di masjid-masjid.

Waktu Krusial Jadi Prioritas Utama

Menurut legislator yang akrab disapa Lela ini, pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba pada jam ibadah dapat memicu kegaduhan dan mengganggu ketenangan masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa momen Ramadan adalah waktu di mana aktivitas domestik dan spiritual masyarakat mencapai puncaknya di malam hari dan dini hari.

“Ramadan adalah bulan yang sangat sakral. Kami berharap selama Ramadan tidak ada pemadaman listrik, khususnya pada waktu-waktu krusial seperti sahur dan tarawih. Ini demi menjaga kenyamanan masyarakat dalam beribadah,” ujar Lailatul Badri di Medan, Sabtu (21/2/2026).

Lela mendesak PLN untuk tidak hanya bersikap reaktif, melainkan proaktif dengan melakukan pengecekan menyeluruh dan pemeliharaan jaringan (preventive maintenance) sebelum memasuki awal Ramadan. Langkah mitigasi ini dianggap penting agar potensi gangguan akibat beban puncak atau kerusakan alat dapat diminimalisir sedini mungkin.

Dampak Ekonomi: Listrik Padam, UMKM Merugi

Lebih jauh, stabilitas listrik di Kota Medan tidak hanya berkelindan dengan urusan ibadah, tetapi juga menjadi napas bagi roda ekonomi kerakyatan. Selama bulan Ramadan, geliat ekonomi malam hari di Medan meningkat tajam seiring menjamurnya pedagang takjil, warung makan yang melayani sahur, hingga pasar kaget.

“Banyak pelaku UMKM yang menggantungkan aktivitas usahanya pada malam Ramadan. Jika listrik padam, tentu ini akan merugikan mereka secara finansial. Karena itu, kami berharap PLN benar-benar siaga penuh dengan tim teknis yang responsif,” tambahnya.

Kegelapan akibat pemadaman listrik dikhawatirkan akan mematikan omzet para pedagang kecil yang justru mengandalkan momen satu bulan ini untuk meningkatkan pendapatan keluarga mereka.

DPRD Medan Siaga Pengawasan

Menutup pernyataannya, Lailatul Badri menegaskan bahwa DPRD Kota Medan akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat terhadap sektor kelistrikan dan pelayanan publik lainnya. Pihaknya tidak segan untuk memanggil pihak manajemen PLN jika ditemukan adanya kelalaian yang menyebabkan gangguan massal di tengah masyarakat selama bulan suci.

“Kami ingin masyarakat bisa fokus beribadah tanpa terganggu persoalan teknis seperti listrik padam. Ini bentuk pelayanan dasar yang harus dipastikan berjalan baik oleh negara melalui PLN,” pungkasnya dengan nada tegas.

Kini, bola panas berada di tangan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara. Masyarakat Kota Medan menaruh harapan besar agar komitmen pelayanan prima benar-benar diwujudkan, sehingga suasana Ramadan tahun 1447 H ini dapat berlangsung dengan terang benderang, tenang, dan lancar tanpa gangguan “biarpet” yang kerap menghantui di tahun-tahun sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *