MEDAN – Gemerlap cahaya obor yang dipanggul oleh ribuan warga menyulap wajah Kota Medan menjadi lautan api yang estetik nan religius. Fenomena ini menandai antusiasme luar biasa masyarakat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H yang dipusatkan di depan Masjid Raya Al-Mashun, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.
Berdasarkan pantauan aktual di lokasi, kepadatan massa sudah terlihat sejak sebelum waktu Salat Isya. Ribuan peserta memadati Jalan Masjid Raya, meluas dari arah Jalan Brigjen Katamso hingga menembus Jalan Sisingamangaraja. Akibat arus massa yang begitu besar, pihak berwenang terpaksa melakukan penutupan total pada akses Jalan Masjid Raya guna menjamin keamanan dan kelancaran mobilitas para peserta pawai. Kendaraan bermotor sama sekali tidak diperbolehkan melintas di area tersebut lantaran badan jalan sepenuhnya telah dipenuhi oleh lautan manusia yang membawa obor bambu tradisional.
Ketua Panitia Pawai Obor Ramadan, Taufik Ismail, dalam pidato sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas partisipasi aktif berbagai lapisan masyarakat. Ia mencatat bahwa penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan partisipasi yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini terdapat 97 elemen pendukung yang mengikuti pawai obor. Kepada semua kawan-kawan elemen pendukung kami ucapkan terima kasih dan kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyelenggaraan pawai obor ini masih terdapat banyak kekurangan,” ujar Taufik Ismail saat meresmikan pembukaan pawai di depan halaman Masjid Raya Medan, Sabtu (14/02/2026).
Acara yang sarat akan nilai budaya dan spiritual ini dimulai tepat setelah jamaah menyelesaikan Salat Isya. Rombongan peserta memulai perjalanan panjang mereka dengan berjalan kaki secara tertib dari titik mula di Jalan Masjid Raya menuju ke arah Jalan Brigjen Katamso. Suasana tampak terkendali meski massa sangat padat, berkat kesiapsiagaan personel dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dan aparat Kepolisian yang telah disiagakan di berbagai titik strategis serta persimpangan jalan sejak sore hari.
Dalam kesempatan tersebut, Taufik Ismail juga menyelipkan pesan moral dan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim yang akan segera memasuki bulan penuh ampunan. Ia berharap semangat yang terpancar dari api obor dapat menjadi simbol semangat ibadah selama satu bulan ke depan.
“Atas nama seluruh jajaran panitia, kami mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum. Siyamana wa siyamakum. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan bagi seluruh peserta dan warga Kota Medan,” tambahnya dengan nada penuh khidmat.
Terkait teknis pelaksanaan, panitia telah merancang rute sedemikian rupa untuk memastikan pesan syiar Islam tersampaikan ke berbagai penjuru kota. Adapun rute yang dilewati meliputi Jalan Brigjen Katamso, kemudian bergerak menuju Jalan Pemuda, melintasi Jalan Palang Merah, Jalan MT Haryono, hingga mencapai Jalan Cirebon.
Untuk menjaga kondisi fisik para peserta yang berjalan kaki cukup jauh, panitia juga menyediakan fasilitas titik istirahat (pit stop) yang berlokasi tepat di depan Hotel Soechi. Di titik ini, para peserta dapat memulihkan tenaga sejenak sebelum melanjutkan rangkaian acara menuju sesi penutupan yang akan diisi dengan tausiah agama dan doa bersama, memohon keberkahan selama menjalankan ibadah puasa di tahun 1447 Hijriah ini.
Kegiatan pawai obor ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan semata, namun juga menjadi bukti kuatnya tali silaturahmi antarwarga di Kota Medan dalam bingkai keberagaman yang tetap mengedepankan nilai-nilai religiusitas yang tajam dan aktual.



